Saksi Sani-Izi Tolak Tandatangani Berita Acara Rapat Pleno Rekapitulasi Suara

Dia mengatakan menghormati proses hukum tersebut dan menunggu hasil keputusan tetap kasus hukum.

Saksi Sani-Izi Tolak Tandatangani Berita Acara Rapat Pleno Rekapitulasi Suara
Tribun Jambi/Andika Arnoldy
Rapat pleno hasil rekapitulasi suara calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jambi oleh KPU Kota Jambi, Rabu (4/7). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Hendri Dunan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Saksi pasangan calon Sani-Izi menolak menandatangani hasil pleno KPU Kota Jambi.

Saksi paslon nomor urut satu Sani-Izi, Widodo, menolak menandatangani berita acara rapat pleno rekapitulasi hasil perhitungan suara dan penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara pada pemilihan Wali Kota dan Wakil Walik Kota Jambi.

Di hadapan forum rapat pleno, Widodo mengatakan tidak akan menandatangani berita acara pleno rekapitulasi dan penetapan rekapitulasi karena masih ada proses hukum yang berjalan.

Dia mengatakan menghormati proses hukum tersebut dan menunggu hasil keputusan tetap kasus hukum.

“Kami menghormati forum ini. Tetapi kami tidak akan menandatangani berita acara ini dikarenakan kami menghormati proses lain yang berjalan, yakni proses hukum di kepolisian. Sampai proses tersebut memiliki kekuatan hukum tetap,” kata Widodo, Rabu (4/7).

Widodo mengatakan menghargai forum dan tahapan yang sudah dijalankan KPU. Dia juga mengatakan bahwa apa yang sudah diraih KPU baru sebatas kuantitas, tetapi belum mendapatkan kualitas.

“Hasil pleno ini masih sebatas kuantitas, bukan kualitas. Tetapi kami menghargai hasil pleno ini. Tapi kami tidak mau menandatangani hasil pleno ini karena masih ada proses hokum money politik,” tuturnya.

Mengapa Widodo mengatakan bahwa pemilu yang selenggarakan oleh KPU ini masih sebatas kuantitas? Karena masih terdapat kasus money politik yang merugikan paslon nomor urut 1.

Baca: Puluhan Tahun Ribuan Warga Nipah Panjang I Krisis Air Bersih, Air Hujan Jadi Andalan

Baca: Paslon Satu Menerima, Tapi Banyak Catatan. Ini Penjelasan Muhlisin

Baca: Manager Ini Dipecat Gara-gara Tak Beri Izin Karyawannya Untuk Jaga Anak yang Sakit

Paslon nomor urut 1 mendapatkan janji dari Polrestas Jambi yang ingin menyelesaikan proses pemeriksaan penyelidikan dan penyidikan kasus money politic tersebut sampai tuntas.

Halaman
12
Penulis: dunan
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved