Penemuan Mayat

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Tergantung, Ada Beberapa Kertas Berisi Pesan

Satu keluarga terdiri dari sebelas orang ditemukan tewas di India, Minggu lalu. Diduga mereka sedang melakukan satu upacara

Satu Keluarga Ditemukan Tewas Tergantung, Ada Beberapa Kertas Berisi Pesan
Net
Foto-foto korban saat masih hidup. 

TRIBUNJAMBI.COM - Satu keluarga terdiri dari sebelas orang ditemukan tewas di India, Minggu lalu. Diduga mereka sedang melakukan satu upacara keagamaan, lapor pihak berkuasa setempat.

Polisi New Delhi memberitahu, mereka menemui semua mayat dalam satu keluarga itu di kampung Burari. Sepuluh diantaranya dalam keadaan tergantung pada plafon rumah dalam keadaan mata ditutup dengan penutup mata.

Baca: Pengakuan Ayah yang Nikahkah Putrinya 11 Tahun dengan Pria 41 Tahun, Mereka Sama-sama. . .

Pihak berkuasa juga menginformasikan ditemukannya kertas bertulisan tangan, diantaranya tertera satu frasa berkait dengan upacara keagamaan: "Tubuh manusia hanyalah bersifat sementara dan manusia hanya mampu mengatasi ketakutan dengan menutup mulut dan mata".

Melalui pesan yang sama juga, korban dikatakan perlu menjalani ritual tertentu bagi mencapat taraf `penyelamatan' selepas seseorang itu meninggal dunia.

Mereka merupakan kakak beradik; Bhavnesh Bhatia (50), dan Lalit Bhatia (45), menantu perempuan Savita Bhatia (48) dan Teena Bhatia (42) anak perempuanya Pratibha (57) cucu; Priyanka (33), Nitu (25), Monu (23), Dhruv (15) dan Shivam (15) kesemua ditemui tewas di rumah tersebut.

Sementara Narayana Devi (71), nenek kepada keluarga tersebut ditemui tak bernyawa di kamar terpisah.

Sebagian korban - empat lelaki, tiga wanita dan empat kanak-kanak perempuan- turut ditemui dengan mulut ditutup selain tangan dan kaki diikat dengan kuat dan digantung pada bumbung.

Baca: Sekelompok Remaja Sepekan Hilang dalam Gua, Tim Pencari Sebut Sudah Dekati Lokasi

Baca: GALERI FOTO: Malaysia Tarik Lagi 6 Produk Sarden Bercacing, 3 Produksi Dalam Negeri

"Jika kesemua anggota keluarga ini mengikuti ritual ini, semua masalah mereka akan selesai dan mereka mendapat taraf `penyelamatan'.

"Sebahagian dari pesan yang ditemui mempunyai tarikh. Semua pesan itu memerincikan perkara yang sama yaitu ingin menuju ke pengakhiran dan mencapai keamanan," kata piha kepolisian.

"Kami juga menemukan selembar sekeping kertas yang menjelaskan bagaimana cara tangan dan kaki akan diikat, dan sama seperti keadaan 10 mayat itu ditemui," kata sumber dari kepolisian.

Pihak polisi yang menyiasat kejadian itu menolak kemungkinan terdapatnya unsur kejahatan dalam kejadian mengeri tersebut. Kini penyelidikan menjurus pada kemungkinan kaitannya dengan ritual agama.

Penyelidikan awal atas jasad korban juga menunjukkan tidak ada tanda-tanda terjadinya kasus kejahatan dan rumah korban juga dalam keadaan baik dan tidak ada tanda-tanda upaya pencurian ditemui.

Baca: Perang Dagang AS - China, Darmin: Ini Dampak Positifnya bagi Indonesia

Baca: Sering Dihina - Wanita Ini Masukkan Racun Ular dalam Suguhan Pesta. 88 Dilarikan ke RS

Baca: LRT Palembang Dituding Prabowo Kemahalan, Ini Perbandingannya dengan Filipina dan Malaysia

Menurut media setempat, tempatan, tragedi mengerikan itu diketahui salah seorang tetangga keluarga itu pada pukul 8 pagi ketika melalui rumah keluarga tersebut. Saksi yang terkejut melihat mayat-mayat dalam keadaan tergantung segera memberitahukan pihak berkuasa.

"Ini adalah tragedi yang sangat tragis. Polisi sedang menyelidiki Tunggu pemeriksaan dahulu," kata Perdaana Menteri New Dellhi, Arvind Kejriwal yang melawat ke lokasi kejadian.

Sumber : Dailymail

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved