Sosok Sukses

Di Km 90 Ada Pemandangan Gunung, 'Sepeda' Antarkan Bayu Jadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia

"Bersepeda itu juga harus tahu dulu teorinya. Kalau terlalu cepat dan terlalu kencang, juga itu akan ..."

Di Km 90 Ada Pemandangan Gunung, 'Sepeda' Antarkan Bayu Jadi Kepala Perwakilan Bank Indonesia
Tribun Jambi/Fitri Amalia
Bayu Martanto,Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jambi. 

Menjadi kepala, tentu banyak tugas yang harus dia selesaikan. Namun, di waktu luangnya, dia menyempatkan dengan hobinya, yaitu bersepeda dan bulutangkis.
Setiap Jumat, dia selalu menggunakan sepeda untuk pergi ke kantor. Saat ini kebiasaan itu masih Bayu lakukan.

"Hobi saya bersepeda itu sejak dari kecil. Memang belum jadi apa-apa mainannya sepeda, sudah kerja masih bersepeda," ujarnya sambil tertawa.

Dia mengaku sangat senang bersepeda, karena selain kegiatan menyehatkan, sepeda dapat menyegarkan pikiran.

"Senang saja, karena di samping menyehatkan, pada saat bersepeda itu bisa untuk refreshing pikiran. Pagi-pagi mendapatkan udara segar. Apalagi saat pindah dari satu kota ke kota lainnya, kita mendapat pemandangan yang baru dan bisa mengeksplore," katanya kepada tribunjambi.com.

Selama bersepeda, Bayu juga dapat melihat pemandangan unik, terutama saat di Jambi. Dia mengatakan pemandangan tidak harus selalu alam.

"Adat istiadat tiap daerah kan beda, jadi sangat menarik. Seperti contohnya di Jambi yang rumah-rumah lama di Jambi Seberang. Itu kan menarik. Bagi saya, itu pemandangan yang baru," katanya.

Bayu menuturkan pernah mengayuh sepeda dengan teman-teman dari Tasikmalaya ke Pangandaran, dengan jarak tempuh sekira 110 kilometer.

"Tiba di kilometer 90 itu pemandangan sudah gunung dan tanjakan sekira tiga kilometer, waktu tempuh sekitar tujuh jam dan saya finish urutan ketiga," tuturnya, mengenang perjalanan.

Baca: Krisis Air Bersih di Nipah Panjang I, Kepala UPTD SPAM Tanjabtim Beberkan Kendala yang Dihadapi

Baca: Piala Dunia 2018, Adu Penalti Inggris Vs Kolombia Ditonton Sebanyak Ini? Mengejutkan

Bersepeda itu ada strateginya. Menurut Bayu, bersepeda merupakan kerjasama tim dan harus mengatasi lelahnya dan diri sendiri. "Dalam artian kita mengatasi diri sendiri untuk tidak bersaing dengan orang yang bukan saingan kita. Kalau salah-salah, ya kita bisa kram dan cepat lelah," ungkapnya.

Mengayuh sepeda juga menggunakan strategi. Dengan strategi yang tepat, seberapa jauh pun mengayuh sepeda tidak akan mengalami hambatan.

"Bersepeda itu juga harus tahu dulu teorinya. Kalau terlalu cepat dan terlalu kencang, juga itu akan mempengaruhi keseimbangan kita dan daya jelajah, tapi kalau sudah sama ritmenya itu berapa kilometer pun tidak masalah," katanya.

Baca: Zumi Zola Nginap di Rutan KPK Tambah Lama 30 Hari Lagi, Ternyata Ini Alasannya

Baca: Harga Komoditi Pertanian Turun, Daya Beli Masyarakat Tanjabtim Ikut Melemah

Penulis: fitri
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved