Pesawat Hipersonik, Kecepatannya Lima Kali Kecepatan Suara, Jakarta-Surabaya 15 Menit

Boeing mengungkapkan rencananya untuk membuat pesawat hipersonik yang mengubah penerbangan tujuh jam menjadi dua jam.

Pesawat Hipersonik, Kecepatannya Lima Kali Kecepatan Suara, Jakarta-Surabaya 15 Menit
National Geographic
Boeing mengungkap desain pesawat hipersonik buatannya pada konferensi merican Institute of Aeronautics and Astronautics (AIAA) Aviation. 

TRIBUNJAMBI.COM - Boeing mengungkapkan rencananya untuk membuat pesawat hipersonik yang mengubah penerbangan tujuh jam menjadi dua jam.

Perjalanan dari London ke New York yang tadinya memakan waktu sekitar 7-8 jam, dapat ditempuh selama dua jam menggunakan pesawat yang super cepat tersebut. 

Kecepatan ini akan membuat perjalanan dari Jakarta ke Surabaya hanya butuh waktu 15 menit.

Konsep jet yang baru saja diresmikan Boeing ini, memiliki potensi kecepatan tertinggi: lebih dari 3.800 mph. Itu hampir setara dengan lima kali kecepatan suara. Lebih cepat dari pesawat supersonik.

Baca: 10 Tahun Saling Bisu, Kapal Korut Kembali Menjawab Kontak dari Korsel

Dengan kecepatan tersebut, pesawat ini bisa menyelesaikan perjalanan lintas Atlantik dalam waktu 120 menit – bahkan mengalahkan rekor jet Concorde yang menghabiskan waktu dua jam 52 menit. Sementara itu, perjalanan lintas Pasifik dapat dicapai dalam waktu tiga jam.

“Ketika Anda ingin pergi dari satu tempat ke yang lainnya, pertanyaan yang sering muncul adalah: bisa seberapa cepat Anda sampai sana?” kata Kevin Bowcutt, kepala peneliti hipersonik Boeing.

Baca: Peneliti Ungkap Kambing Miliki Kecerdasan dan Cinta Mirip Anjing dan Kucing

“Supersonik belum cukup cepat untuk pergi dan kembali dalam luar negeri dalam satu hari. Bagi pebisnis atau militer, di mana waktu sangat penting, ini sangat menarik,” tambahnya.

Para ilmuwan yakin, pesawat hipersonik tersebut sudah bisa mengudara pada 2023.

Namun, bagaimana pun juga, pihak Boeing meminta kita untuk bersabar. Salah satu produsen pesawat terbesar di dunia ini mengatakan, mereka baru membuka pemesanan tiket pada akhir 2030.

“Kami perlu melakukan berbagai macam penelitian untuk mengetahui kapasitas pesawat tersebut,” kata Bowcutt.

“Selain itu, ada banyak hal yang harus dilakukan pada pesawat komersial – mulai dari persyaratan pasar, lingkungan, hingga peraturan penerbangan. Kami akan meluncurkan pesawat hipersonik ini apabila hal-hal tersebut sudah konvergen,” pungkasnya.

Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved