Konflik Manusia dan Satwa

Ini Penjelasan ZSL Jambi Soal Harimau yang Menerkam Warga dan Ternaknya

Direktur ZSL Jambi menilai ada dua faktor yang biasanya menyebabkan Harimau Sumatra masuk ke pemukiman warga yang berlokasi di pinggir hutan.

Ini Penjelasan ZSL Jambi Soal Harimau yang Menerkam Warga dan Ternaknya
Peresmian Pusat Rehabilitasi Harimau Sumatera (PRHSD), Sabtu (29/7/2017) ditandai dengan pelepasan seekor Harimau Sumatera betina bernama Leony berusia 8 tahun dari kandang perawatan berukuran 54 m2 ke dalam kandang rehabilitasi berukuran 2.500 m2. (Dok Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Dedy Nurdin

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Direktur ZSL Jambi menilai ada dua faktor yang biasanya menyebabkan Harimau Sumatra masuk ke pemukiman warga yang berlokasi di pinggir hutan.

Faktor eksternal biasanya bisa diakibatkan kian berkurangnya wilayah jelajah Harimau Sumatra di habitat aslinya sehingga memaksa hewan dilindungi itu mencari lokasi baru di pinggiran hutan yang berbatasan dengan pemukiman warga.

"Atau bisa juga karena berkurangnya mangsa di hutan sehingga harus memperluas wilayah jelajahnya," kata Yoan Dinata, Direktur ZSL dikonfirmasi Tribunjambi.com via telpon pada Kamis (28/6/2018).

Baca: Pilkada Usai, Kapolda Mendapat Apresiasi dari Masyarakat Kerinci

Sementara untuk faktor internalnya, masih menurut Yoan bisa jadi harimau yang sering ditemukan warga harimau tua.

Atau harimau mudah yang baru belajar bertahan hidup dan keluar dari kelompoknya.

"Bisa kita lihat dari ternak yang di mangsanya, jika hanya diterkam namun tidak di makan mungkin itu harimau muda yang baru berlajar berburu dan tidak lagi terikat dengan kelompoknya," kata Yoan.

"Sehingga dia harus mencari wilayah jelajah baru hingga pinggir hutan yang berdekatan dengan ladang dan pemukiman warga," sambungnya.

Yang yang terpenting adalah bagaimana menyosialisasikan kepada masyarakat. Apa lagi satwa ini merupakan satwa dilindungi yang statusnya sudah terancam punah.

"Kita berharap jangan kemudian masyarakat menghakimi, membunuh atau menangkap. Perlu kerjasama denga pihak terkait misal menyampaikan laporan agar petugas bisa segera menindaklanjutinya," pungkas Yoan.

Baca: Wedding Expo WTC dan Aston Jambi - Chef Sandy Tunjukkan Pembuatan Chicken Kung Pao

Baca: Lelang Jabatan Pemprov Jambi, Sekretaris BKD: Masih Menunggu Keputusan Mendagri

Penulis: Dedy Nurdin
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved