Breaking News:

Gara-gara Plester Pereda Nyeri, Bayi 15 Bulan Meninggal, Ternyata Kandungan Ini Berbahaya

Seorang bayi perempuan dikabarkan meninggal setelah plester pereda nyeri melekat pada kulitnya.

Facebook via SCMP
Bayi Ameli semasa hidup dan sang ibu (kiri), Plester Pereda Nyeri (kanan) 

TRIBUNJAMBI.COM - Seorang bayi perempuan dikabarkan meninggal setelah plester pereda nyeri melekat pada kulitnya.

Hal ini terjadi saat plester pereda nyeri yang dipakai sang ibu menempel pada kulit bayi tersebut ketika mereka tidur di ranjang yang sama.

Dilansir Tribunjambi.com dari SCMP, bayi tersebut diketahui bernama Amelia Cooper.

Baca: Rizal Armada Sah Jadi Suami Monica Imas, Lihat Foto-foto Ijab Kabulnya

Bayi Amelia yang masih berusia lima belas bulan kemudian dibawa ke rumah sakit setelah ia ditemukan tidak bernyawa di tempat tidur ibunya di Sara Talbot, St Austell, Cornwall, Inggris.

Dia tidak bisa diselamatkan dan pemeriksaan menemukan bahwa ada Fentanil (opioid yang digunakan untuk penghilang sakit) yang tinggi di aliran darah Amelia.

Sampai sekarang, polisi pun sedang melakukan penyeledikan bagaimana plester pereda nyeri tersebut bisa menempel di kulit Amelia.

“Ada tambalan yang hilang dari tubuh ibunya."

"Tidak jelas bagaimana tambalan itu melekat pada Amelia, terutama karena sang ibu mengenakan piyama atas yang menutupi area tersebut."

"Belum jelas kapan, di mana atau bagaimana tambalan itu melekat pada Amelia," ungkap Emma Carlyon, yang bertugas memeriksa jenazah Amelia.

Baca: Selalu Jadi Juara di Kelas Wanita, Widy Vierratale Ingin Taklukkan Petembak Pria

Emma pun mengungkapkan akan menulis surat kepada Kepala Dinas Kesehatan Nasional Inggris untuk memberikan peringatan agar orang tua lebih hati-hati.

Halaman
12
Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: Tribun Solo
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved