Breaking News:

Konflik di Pelepat

Konflik SAD di Pelepat Bungo - Rudi Syaf: Seharusnya Polisi Tak Lakukan Itu

Adanya kerusuhan antara Suku Anak Dalam (SAD) dengan anggota kepolisian dari Polsek Pelepat Kabupaten Bungo sangat disayangkan

TRIBUNJAMBI/JAKA HB
Puluhan warga SAD menyerang Mapolsek Pelepat, Rabu (20/6) dini hari 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com Tommy Kurniawan

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Adanya kerusuhan antara Suku Anak Dalam (SAD) dengan anggota kepolisian dari Polsek Pelepat Kabupaten Bungo sangat disayangkan oleh pihak KKI Warsi.

Menurut Direktur KKI Warsi, Rudi Syaf seharusnya pihak kepolisian tidak melepaskan tembakan ketika kerusuhan terjadi, pasalnya hanya membuat situasi makin memanas.

"Seharusnya polisi tak lakukan itu. Sangat disayangkan sekali," kata Rudi.

Baca: Pleno Rekapitulasi DPS - Daftar Pemilih Sementara Provinsi Jambi Capai 2,4 Juta

Menurutnya, meskipun kini belum ada yang memakan korban, namun pihak kepolisian seharusnya melakukan pendekatan khusus kepada para SAD.

"Yang dihadapi pihak kepolisian ini adalah kelompok marjinal, jadi pendekatanya harus berbeda dengan masyarakat biasa," ujarnya.

"Orang rimba ini secara pendidikan tidak ada yang sekolah formal, apa lagi yang rombongan ini. Yang mendapatkan pendidikan cuman anak-anak. Yang tua ini dak pernah sekolah, pendidikan sangat rendah," tambahnya.

Rudi mengatakan, kedatangan kelompok SAD ke kantor polisi merupakan bukti bahwa mereka masih menghormati pihak kepolisian agar masalah mereka bisa terselesaikan.

"Mereka datang untuk menyelesaikan masalah karena ada konflik diantara mereka. Tahun lalu sudah ada kasus ini, dan didenda mereka yang salah, jadi saat ini mereka mengadu lagi," tuturnya.

Baca: Pilkada Kota Jambi - Abdullah Sani Minta Tim Tidak Terpancing Konflik Saat Pilkada 

Baca: Konflik SAD di Pelepat Bungo, Kapolda: Sudah Ditangani Sejak Tanggal 16 Juni

Rudi menjelaskan, bahwa permasalahan yang terjadi oleh kelompok SAD ini terkait belum adanya lahan mereka untuk berkebun. Saat ini sejumlah SAD masih tinggal di konsesi perusahaan.

"Mereka ini masalahnya berebut lahan sesama kelompok SAD. Seharusnya pihak kepolisian melakukan pendekatan secara khusus," tuturnya.

Penulis: Tommy Kurniawan
Editor: Fifi Suryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved