Dunia Maya

Sebelum Posting Foto Anak di Media Sosial, Pikir Dulu Bahayanya. Jadi Incaran Paedofil!

Aktivitas di media sosial kini semakin tinggi dan seperti tidak lagiterbendung. Keinginan seseorang untuk selalu eksis melalui gawai,

Sebelum Posting Foto Anak di Media Sosial, Pikir Dulu Bahayanya. Jadi Incaran Paedofil!
Net

TRIBUNJAMBI.COM - Aktivitas di media sosial kini semakin tinggi dan seperti tidak lagiterbendung. Keinginan seseorang untuk selalu eksis melalui gawai, karena bisa jadi di dunia nyata ia kurang dianggap. Sementara di media sosial ia bisa berekspresi sepuasnya.

Apalagi di momen lebaran, postingan foto keluarga beserta bocah-bocah dengan aktivitas lebarannya membanjiri media sosial. Apakah Anda termasuk orang tua yang gemar mengunggah foto anak di media sosial? Simak ulasan dr. Karin Wiradarma dari klikdokter.com yang kembali diunggah di Facebook, Sabtu (16/6) pukul 16.00 WIB

Baca: VIDEO: Bayi Tak Berhenti Menangis, Gunakan Teknik The Hold, Ajaib!

Media sosial telah berkembang pesat di zaman modern ini. Berbagai jenis media sosial kini bisa ditemukan. Mulai dari Facebook, Snapchat, Instagram, Path, Twitter, dan lain sebagainya. Wadah bagi orang tua untuk berbagi foto anak lewat gawai di dunia maya pun menjadi semakin banyak.

Sudah jadi hal yang umum jika seseorang memiliki lebih dari satu media sosial. Melalui media sosial, seseorang dapat 'membagikan kehidupannya' tidak hanya kepada keluarga dan teman-teman, tetapi juga kepada seluruh dunia. Hal ini karena apa yang Anda unggah ke media sosial dapat dilihat oleh semua orang di berbagai penjuru dunia.

Media sosial bukanlah dominasi remaja dan anak muda saja. Para orang tua muda -terutama ibu-ibu muda- adalah satu kelompok pengguna media sosial yang sangat aktif. Selain mengunggah kegiatan sehari-hari, acara jalan-jalan dan aktivitas bersama keluarga, salah satu jenis unggahan yang menjadi favorit dari ibu-ibu adalah foto anaknya.

Sudah lumrah jika seorang ibu sangat menyayangi dan membanggakan anaknya, sehingga ingin mengabadikan setiap momen perkembangan anak dalam sebuah foto, dan membagikannya kepada seluruh dunia. Tentu wajar jika ada keinginan agar semua orang mengetahui betapa lucu, pintar, dan menggemaskannya sang buah hati.

Baca: Kemana-mana Kim Jong Un Selalu Membawa Toilet Pribadi, Alasannya Mengejutkan

Baca: Jumlah Wanita yang Mengaku Lesbian Kian Bertambah, Apa Faktor?

Pro dan kontra media sosial

Aktivitas mengunggah foto anak ke media sosial dinamakan dengan sharenting - gabungan dari dua kata, yakni share yang artinya membagikan dan parenting yang artinya menjadi orang tua. Aktivitas sharenting yang kian marak dilakukan oleh orang tua 'zaman now' ini kemudian mengundang pro dan kontra.

Kelompok yang pro terhadap sharenting ini berpendapat bahwa dengan mengunggah foto-foto anak ke media sosial, mereka tidak akan kehilangan setiap momen pertumbuhan anak. Nantinya dapat diperlihatkan dan menjadi kenang-kenangan bagi si anak ketika ia beranjak dewasa.

Dengan 'menyimpannya' di media sosial, orang tua tidak perlu khawatir foto itu akan rusak atau hilang. Selain itu, orang tua juga dapat berbagi foto-foto si Kecil dengan keluarga dan teman yang mungkin tinggalnya berjauhan dan tidak bisa sering bertatap muka.

Halaman
123
Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved