8 Gejala Kanker Kerongkongan, yang Menewaskan Ari Malibu, Nomor 4 di Indonesia

Cukup tingginya angka penderita kanker tenggorokan ini menunjukkan bahwa diperlukan pemahaman serta tindakan pencegahan yang tepat

8 Gejala Kanker Kerongkongan, yang Menewaskan Ari Malibu, Nomor 4 di Indonesia
Ari Malibu (instagram/reda.gaudiamo) 

Di Indonesia, kanker tenggorokan, khususnya kanker nasofaring, menempati urutan ke-4 sebagai kanker yang paling banyak diderita setelah kanker payudara, kanker leher rahim, dan kanker paru. Data GLOBOCAN pada tahun 2012 menunjukkan ada setidaknya 87.000 kasus kanker nasofaring baru setiap tahunnya, di mana 70% penderitanya adalah laki-laki.

Cukup tingginya angka penderita kanker tenggorokan ini menunjukkan bahwa diperlukan pemahaman serta tindakan pencegahan yang tepat, sehingga angka kejadian kanker di kemudian hari dapat ditekan.

Baca: Khotbah saat Salat Idul Fitri, Jemaah Hawariun Ansarullah Pakai Bahasa Ibrani Kuno

Gejala

Gejala kanker tenggorokan bisa beragam dan tidak sama pada tiap penderita. Beberapa indikasinya meliputi:

  1. Sulit menelan.
  2. Perubahan suara, misalnya serak atau cara bicara yang tidak jelas.
  3. Batuk kronis.
  4. Sakit tenggorokan.
  5. Telinga yang sakit atau berdengung.
  6. Benjolan yang tidak kunjung sembuh.
  7. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas.
  8. Pembengkakan pada mata, rahang, tenggorokan, atau leher.

Gejala kanker tenggorokan cenderung mirip dengan masalah kesehatan lain, sehingga sulit terdeteksi. Konsultasi pada dokter sebaiknya dilakukan jika mengalami gejala-gejala di atas, terutama yang tidak kunjung membaik atau bertambah parah.

Penyebab dan faktor risiko

Semua kanker terjadi akibat adanya mutasi pada sel-sel. Mutasi inilah yang memicu pertumbuhan sel yang tidak terkendali. Demikian pula dengan kanker tenggorokan.

Penyebab di balik proses mutasi tersebut belum diketahui secara pasti. Tetapi ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena kanker tenggorokan, misalnya pola hidup dan kondisi kesehatan. Beberapa contohnya adalah:

Penggunaan tembakau, baik dalam bentuk rokok maupun kunyah.

Konsumsi minuman keras yang berlebihan.

Halaman
1234
Penulis: duanto
Editor: duanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved