Produksi Ikan di Batanghari 4 Ton Perhari

“Jenis ikan yang dihasilkan dari petani tersebut adalah jenis ikan Nila, Patin, Lele dan ikan Mas,” tambahnya.

Produksi Ikan di Batanghari 4 Ton Perhari
KOMPAS.COM/IRA RACHMAWATI
Salah satu aktivitas penjualan ikan di Pelabuhan Muncar, Banyuwangi, Jawa Timur. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Abdullah Usman

TRIBUNJAMBI.COM, MUARA BULIAN - Produksi ikan di Kabupaten Batanghari selama Ramadan, mencapai 3-4 ton perhari. Dan, pemerintah menjamin stok ikan di Batanghari, aman.

Plt Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan kabupaten Batanghari, Kusumo Adiwijoyo melalui Kabid Produksi Perikanan, Syofyan, mengatakan produksi ikan dibatanghari selama Ramadhan saat ini masih mencapai kisaran 3-4 ton per hari.

“Meskipun kebutuhan ikan saat ini cenderung tinggi, akan tetapi kondisi itu tidak membuat kabupaten Batanghari menjadi langka akan ikan,” sebut Sofyan.

Baca: Pacarnya Pulang Mabuk Berat, Pria Ini Lakukan Hal Tak Terduga di Tempat Tidur

Sejauh ini kata dia, stok ikan di Kabupaten Batanghari yang diproduksi dari petani swadaya yang ada di Batanghari masih cukup tersedia dan masih dapat memenuhi kebutuhan masyarakat kabupaten Batanghari.

“Jenis ikan yang dihasilkan dari petani tersebut adalah jenis ikan Nila, Patin, Lele dan ikan Mas,” tambahnya.

Menurut Syofyan, jika ditotalkan stok ikan konsumsi selama Ramadan tahun ini sekitar 161.600 kg. Produksi ikan tersebut katanya, terbilang tinggi dibanding pada hari biasa.

Kepada tribunjambi.com, Syofyan mengatakan pihaknya yakin produksi ikan tersebut masih cukup tersedia untuk kebutuhan masyarakat kabupaten Batanghari hingga Idul Fitri nanti.

Baca: Ingin Nonton Langsung Piala Dunia 2018? Perhatikan Hal Penting Ini! Rusia Keluarkan Aturan Baru

Sementara itu satu dari pedagang ikan dipasar kramat tinggi M Nur menuturkan, komoditi ikan dipasaran sejauh ini masih terkendali tidak begitu terjadi peningkatan dan juga harga yang tinggi. Hanya pada jenis tertentu saja yang harganya fantastis hingga menjadi buruan.

"Satu diantaranya seperti jenis ikan janggut, yang berasal dari sungai batanghari. Semakin besar ukuran maka semakin besar pula harganya," sebut M Nur, kepada tribunjambi.com.

Dikatakannya pula, ikan janggut tersebut sangat digemari dari kalangan warga cina yang berada di Jambi sehingga mereka banyak mencari dan berani bayar mahal bila ikan tersebut ada.

Baca: Minta ASN Tak Tambah Waktu Cuti, Sekda Batanghari Pastikan Akan Sidak Dihari Pertama Kerja

"Harganya beragam, kebanyakan dari ukuran 2,4 kg perekornya bisa dihargai 200 ribu dengan ukuran maksimal 5 Kilogram," ujarnya.

Ikan tersebut saat ini menjadi ikan termahal dari jenis lainnya yang ada disungai dibatang hari. Meskipun merupakan ikan dari perairan sungai batanghari namun para petani tidak mudah untuk mendapatkan ikan tersebut terutama dengan ukuran yang dapat ditukar dengan rupiah yang tinggi. (udi)

Penulis: Abdullah Usman
Editor: budi
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved