Agar Selamat Sampai Kampung, Ini Zikir dan Doa saat Mudik Lebaran!

Tradisi mudik tiap tahun, dari tempat mencari nafkah kembali ke kampung halaman, salah satu ciri khas

Agar Selamat Sampai Kampung, Ini Zikir dan Doa saat Mudik Lebaran!
Tribunjambi/Hanif Burhani
Mudik 

Muhammad bin Alan As-Shiddiqi dalam Syarah Al-Adzkar, Al-Futuhatur Rabbaniyyah menerangkan bahwa di belakang Jibril AS terdapat dua shaf malaikat ketika mereka menshalatkan jenazah sahabat Muawiyah bin Muawiyah, (Lihat Muhammad bin Alan As-Shiddiqi, Al-Futuhatur Rabbaniyyah, [Beirut: Daru Ihyait Al-Arabi, tanpa catatan tahun], juz VI, halaman 177).

Doa ini cocok sekali dibaca sebanyak-banyaknya saat perjalanan mudik.

Tetapi zikir apapun termasuk Surat Al-Ikhlas adalah kalimat yang seharusnya dilazimkan sesering mungkin dalam keseharian kita. Wallahu a‘lam

Baca: Haji Lulung Disebut Anies Serba Biru, Zulkifli Hasan Bilang Tunggu Tanggal Mainnya

Baca: Tips Memilih Lembaga Amil Zakat Terpercaya Hingga Deretan Badan Amil Zakat yang Tercatat di Kemenag

Doa Melintasi Kabupaten/Provinsi Lain Saat Mudik

Untuk sampai di tujuan, pemudik biasanya melintasi sejumlah kabupaten, daerah, atau provinsi lainnya. Mereka yang sedang mudik dapat membaca doa yang diajarkan oleh Rasulullah SAW ketika melalui sejumlah daerah sebelum sampai pada tujuannya.

Berikut ini doa yang dibaca oleh Rasulullah SAW ketika memasuki sebuah kawasan yang dilintasi menuju tujuannya.

اللَّهُمَّ رَبَّ السَمَوَاتِ السَّبْعِ وَمَا أَظْلَلْنَ، وَالأَرَضِيْنَ السَّبْعِ وَمَا أَقْلَلْنَ، وَرَبَّ الشَّيَاطِيْنِ وَمَا أَضْلَلْنَ، وَرَبَّ الرِّيَاحِ وَمَا ذَرَيْنَ، أَسْأَلُكَ خَيْرَ هَذِهِ القَرْيَة وَخَيْرَ أَهْلِهَا وَخَيْرَ مَا فِيْهَا، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّهَا وَشَرِّ أَهْلِهَا وَشَرِّ مَا فِيْهَا

Allâhumma rabbas samâwâtis sab‘i wa mâ azhlalna, wal aradhînas sab‘i wa mâ aqlalna, wa rabbas syayâthîni wa mâ adhlalna, wa rabbar riyâhi wa mâ dzaraina. As’aluka khaira hâdzihil qaryah wa khaira ahlihâ wa khaira mâ fîhâ. Wa na‘ûdzu bika min syarrihâ wa syarri ahlihâ wa syarri mâ fîhâ.

Artinya, “Ya Allah, Tuhan tujuh langit dan penghuni yang dinaunginya, Tuhan tujuh bumi apa yang dipikulnya, Tuhan setan dan apa yang disesatkannya, dan Tuhan angin serta apa yang diterbangkannya. Aku memohon kepada-Mu kebaikan daerah ini, kebaikan penduduknya, dan kebaikan apa yang ada di dalamnya. Kami berlindung kepada-Mu dari kejahatannya, kejahatan penduduknya, dan kejahatan apa yang ada di dalamnya.”

Doa Rasulullah SAW terdapat dalam Sunan An-Nasai yang dikutip oleh Imam An-Nawawi dalam Kitab Al-Adzkar sebagai berikut:

Halaman
1234
Editor: suci
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved