Inspirasi Bisnis

Website Kandang.in - Cara Mengisi Kandang Ternak Lewat Jalur Digital. Sistem Bagi Hasil Syariah

Bisnis digital kian menggeliat dan terus berkembang di tanah air. Banyak pebisnis beralih dan memanfaatkan teknologi digital

Website Kandang.in - Cara Mengisi Kandang Ternak Lewat Jalur Digital. Sistem Bagi Hasil Syariah
shutterstock
Ilustrasi peternakan ayam 

Sejatinya, platform pengumpulan dana investor untuk mendanai suatu usaha bukanlah hal yang baru. Sejumlah startup di bidang finansial teknologi (fintech) seringkali menawarkan sistem kerjasama pendanaan ini.

Namun, sebagian besar masih berupa usaha kecil, yang bergerak di sektor jasa dan perdagangan. Sementara, Kandang.in bergerak di sektor peternakan, yang tentu saja memiliki kandungan risiko yang tinggi. Oleh karena itu, mereka menerapkan konsep bagi hasil sebagai pembagian keuntungannya.

Pengamat Telekomunikasi dan Startup dari Indonesia ICT Institute Heru Sutadi berpendapat. kalau investasi dibidang peternakan bukanlah hal baru. Hanya, platform atau aplikasinya yang menjadi hal baru.

Heru mengatakan, bisnis investasi merupakan bisnis kepercayaan dengan kata lain bisa berkembang jika bisa memegang kepercayaan. "Maju atau tidaknya tergantung bagaimana kepercayaan itu bisa dipegang," ujarnya kepada KONTAN, Sabtu (2/6).

Menurutnya, jika ingin berkembang hal utama yang harus diperhatikan bagi startup Kandang.in yakni harus mendapat izin dari Otororitas Jasa Keuangan (OJK) karena menyangkut investasi.

Selain itu, perlu ada transparansi mengenai siapa pengurusnya, uang investasi digunakan untuk apa, sampai dengan kejelasan keuntungan yang diperoleh dari usaha ini. "Sebab, selama ini banyak investasi bodong yang merugikan masyarakat atau  investor, maka dari itu transparansi mengenai hal-hal tersebut harus dijawab Kandang.in agar investor yakin untuk berinvestasi" ujarnya.

Untuk itu, Heru pun optimis platform semacam Kandang.in maupun platform peternakan lain di luar investasi bisa berkembang untuk ke depannya jika manajemen startup tersebut jelas dan dapat dipercaya. "Saya optimis platform seperti ini bisa berkembang asalkan manajemennya jelas, namun kalau tidak jelas, saya pesimis mereka bisa berkembang," tuturnya.

Editor: fifi
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved