Oknum di Kejari Sungai Penuh Didakwa Tipikor, di Luar Sidang Penasihat Hukum Sebut Kasi Pidsus

"Kenapa kami bisa menyatakan hal demikian? Di dalam dakwaan, jelas dinyatakan, awalnya pembicaraan ini ..."

Oknum di Kejari Sungai Penuh Didakwa Tipikor, di Luar Sidang Penasihat Hukum Sebut Kasi Pidsus
Tribun Jambi/Mareza Sutan AJ
Sidang kasus dugaan korupsi proyek pemasangan sambungan PDAD untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kerinci. Sidang digelar di Pengadilan Tipikor Jambi, Jumat (8/6). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Mareza Sutan A J

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Oknum pegawai Kejari Sungai Penuh, Asmardi, menjalani sidang di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jambi. Dia menjadi terdakwa kasus dugaan korupsi proyek pemasangan sambungan PDAM untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kerinci.

Menanggapi dakwaan yang disampaikan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Sungai Penuh, Penasihat Hukum (PH) Asmardi, Viktoranius Gulo menyesalkan hal tersebut.

"Sikap kita terhadap dakwaan ini sekarang, kita sangat menyesali dakwaan tersebut," kata dia.

Menurutnya, terdapat ketidakadilan ketika JPU menunjuk kliennya sebagai tersangka kasus tersebut.

Dia mengatakan, dalam dakwaan disebutkan, Agus Salim menyerahkan uang tersebut atas permintaan Kasi Pidsus Kejari Sungai Penuh, Andi Herman.

"Karena kenapa? Ada hal yang tidak fair di sini. Kenapa kami katakan tidak fair? Di dalam dakwaan itu, sejelasnya disebutkan, bahwa Agus Salim menyerahkan uang itu, atas permintaan saksi Andi Herman.
Sekarang, di persidangan ini kita sama-sama menyaksikan. Ini hanya dua orang yang jadi terdakwa di sini (Agus Salim dan Asmardi)," paparnya.

Dia menengarai, ada pihak-pihak lain yang dilindungi. Sehingga, dia siap membuktikannya di persidangan yang akan datang.

"Kenapa kami bisa menyatakan hal demikian? Di dalam dakwaan, jelas dinyatakan, awalnya pembicaraan ini antara Agus Salim dan Andi. Tapi tidak ada clear-nya. Karena tidak ada clear-nya, dia berkonsultasi dengan Bambang, mantan direktur PDAM Kerinci. Oleh Bambang, dia kenal dengan Asmardi. Jelas dalam dakwaan itu disampaikan, 'kalau bapak menemui saya, saya jelas tidak bisa menanggapinya, karena saya kan, bukan penyidik, bukan jaksa. Kalau perlu pak, ketemu dengan kejarinya.' Itu jelas dibilang Pak Asmardi di situ," paparnya.

Baca: Liburan, ke Jambi Paradise Saja, Cukup Rp 20 Ribu Bisa Main Seharian

Baca: Grace Natalie Laporkan Dua Akun Instagram yang Sebut Dirinya Berselingkuh dengan Ahok

Baca: Pernah Pacaran dengan Nia Ramadhani, Begini Kehidupan Bams Eks Samsons Sekarang

Menurutnya, kliennya tidak punya peranan penting di pengadilan. Dengan begitu, tidak ada yang bisa diharapkan dari kliennya jika Agus Salim memberikan uang sejumlah Rp 350 juta padanya.

"Ini uang Rp 350 juta, semudah itu, tapi apa yang bisa dilakukan Asmardi? Harusnya logika Agus Salim, Asmardi kan bukan apa-apa, ngapain saya serahkan uang sama dia? Yang diciptakan sekarang kan seperti itu, sehingga kami menjatuhkan dakwaan ini terhubung. Ada ketidakadilan di dalam pidana hal seperti ini," lanjutnya.

Dia menyampaikan kasus ini mestinya menyeret nama-nama lain sebagai tersangka. Selain itu, dia berharap adanya keadilan nantinya di persidangan.

"Kasi pidsus yang namanya Andi Herman itu, dijadikan tersangka dalam kasus ini. Karena komunikasi pertama, antara Dirut PDAM sama Kasi Pidsus. Sedangkan Asmardi kan hanya melanjutkan saja," ujarnya.

Sebagai informasi, kasus ini berawal dari tangkap tangan yang dilakukan anggota Polres Kerinci. Dari tangkapan tersebut, polisi menyita barang bukti uang sebesar Rp 350 juta.

Uang tersebut diduga akan diberikan, terkait beberapa proyek PDAM yang tengah ditangani oleh Kejari Sungaipenuh. Satu di antaranya adalah proyek pemasangan sambungan PDAD untuk masyarakat berpenghasilan rendah di Kabupaten Kerinci.

Baca: Menang Lotere Rp 530 Miliar, Pria Ini Tak Bisa Berhenti Tersenyum

Baca: Tulisan Jenis Kelamin Lucinta Luna Bikin Netizen Salah Fokus, Akhirnya Dapat Komentar Kejam

Penulis: Mareza
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved