Ini Kata Mahasiswa PTIK tentang Keberadaan Tuak di Muarojambi
Hal ini karena secara geofrafis Muarojambi merupakan pasar bebas untuk peredaran narkoba
Penulis: Samsul Bahri | Editor: Deni Satria Budi
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Samsul Bahri
TRIBUNJAMBI.COM - SENGETI - Perwakilan Mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK-PTIK) Widya Dharana Lastarya Angkatan ke- 74 mengatakan bahwa pihaknya menemukan adanya warung yang menjual minuman keras (miras) jenis tuak.
Hal ini dikatakan oleh AKP Rahmat Hadi F saat memaparkan hasil pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh 14 anggota yang berlangsung selama lima hari di Kabupaten Muarojambi. Pemaparan ini disampaikan di rumah dinas bupati muarojambi,Jumat (8/6).
Berdasarkan pemaparannya, selama mengabdi di masyarakat, pihaknya menemukan adanya penjualan minuman keras (miras) jenis tuak di sejumlah warung yang ada di Kabupaten Muarojambi. Ia mengatakan bahwa mereka hanya menjual tidak memproduksi.
Baca: Netizen Ungkap Beda Cara Via Vallen dan Olga Sandra Dalam Menanggapi Pesan Mesum
"Dari kecamatan Sengeti hingga Riau, ada warung yang menjual tuak. Setelah di wawancara mereka hanya menjual tidak memproduksi tuak. Untung bagi mereka hanya Rp 1000 rupiah," jelasnya AKP Rahmat Hadi F.
Lebih lanjut Ia mengatakan bahwa rata-rata masyarakat yang menjual minuman adalah masyarakat menengah ke bawah. Minuman tuak tersebut didapat dari penjual tuak berasal dari luar Muarojambi yakni dari Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sedangkan untuk narkoba di Muarojambi, Ia mengatakan bahwa pengendar kebanyakan berasal dari luar kabupaten. Peredaran ini menyebar hingga ke desa-desa bahkan penggunanya merambah ke pelajar sekolah.
"Pengedar narkoba kebanyakan dari luar Kabupaten Muarojambi. Hal ini karena secara geofrafis Muarojambi merupakan pasar bebas untuk peredaran narkoba," ucapnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/ptik_20180608_141004.jpg)