Ada Wanita Dipusaran Korupsi Bupati Purbalingga, Bagaimana Keterlibatannya?

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Kompleks Sekretariat Daerah (Setda)

Ada Wanita Dipusaran Korupsi Bupati Purbalingga, Bagaimana Keterlibatannya?
Bupati Purbalingga Tasdi (tengah) mengacungkan salam metal dan mengenakan rompi tahanan seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (5/6/2018). KPK resmi menahan Tasdi setelah terjaring operasi tangkap tangan terkait kasus dugaan suap proyek Purbalingga Islamic Center tahun 2018 

TRIBUNJAMBI.COM- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah sejumlah ruangan di Kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Purbalingga, Jawa Tengah, Rabu (6/6/2018).

Setelah tim pertama menggeledah rumah dinas bupati, sekitar pukul 10.39 WIB, tim kedua datang untuk menggeledah ruang kepala Bagian Layanan Pengadaan (BLP) Setda Purbalingga.

Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengawal seorang wanita paruh baya yang datang menggunakan mobil Toyota Velfire hitam bernomor polisi wilayah Yogyakarta masuk ke dalam rumah dinas Bupati Purbalingga, Rabu (6/6/2018)(KOMPAS.com/M Iqbal Fahmi)
Petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) mengawal seorang wanita paruh baya yang datang menggunakan mobil Toyota Velfire hitam bernomor polisi wilayah Yogyakarta masuk ke dalam rumah dinas Bupati Purbalingga, Rabu (6/6/2018)(KOMPAS.com/M Iqbal Fahmi) ()

Sekitar pukul 09.39 WIB, seorang wanita paruh baya datang menggunakan mobil Toyota Vellfire hitam bernomor polisi wilayah Yogyakarta. Kehadiran wanita yang dikawal Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) itu langsung menyedot perhatian, karena berjalan masuk ke rumah dinas bupati.

Wartawan belum mengetahui identitas dan keterlibatan wanita tersebut dalam kasus korupsi bupati Purbalingga atau keterlibatannya dalam proses penggeledahan KPK.

Wanita itu langsung menutup wajah menggunakan kedua tangan saat menyadari keberadaan wartawan.

Baca: Kasus Via Vallen Lebay Atau Pelecehan Seksual? 5 Fakta Ini Harus Kamu Ketahui Dulu

Baca: Tak Bisa Diobati: Bagaimana Mengatasi Disleksia Agar Bisa Berprestasi Seperti Anak Deddy Corbuzier?

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Setda Purbalingga, Suroto, mengatakan, meski tidak ada izin protokoler resmi dari KPK, namun jajaran aparatur pemerintahan Kabupaten Purbalingga memfasilitasi untuk proses penggeledahan karena kewenangan khusus yang dimiliki petugas anti-rasuah ini.

Pasca-ditetapkan tersangka oleh KPK, tujuan pokok dan fungsi Bupati Purbalingga masih dikordinir oleh Dyah Hayuning Pratiwi sebagai wakil bupati.

Dia berharap, segera terbit surat keputusan dari Menteri Dalam Negeri untuk menetapkan Dyah Hayuning Pratiwi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Purbalingga.

“Saya harap Plt gubernur (Heru Sujatmoko) yang direncanakan hadir di Purbalingga, Jumat (8/6/2018) besok, sudah membawa serta surat itu, agar pelaksanaan kegiatan yang dilakukan ibu wabup memiliki landasan hukum yang memadai,” katanya.

Suroto menegaskan, sejak Bupati Tasdi dicokok KPK, Senin (4/6/2018), seluruh kegiatan baik itu pemerintahan, pembangunan dan pemberdayaan masih tetap berlangsung.

Halaman
12
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved