'Bisa saja ibu-ibu lagi manasin sambal, tapi ketiduran', 5 Bulan Rugi Rp 23 Miliar

"Bisa saja ibu-ibu lagi manasin sambal, tapi ketiduran. Atau buat kue lupa matikan kompor. Juga faktor lainnya. Harus lebih waspada”

'Bisa saja ibu-ibu lagi manasin sambal, tapi ketiduran', 5 Bulan Rugi Rp 23 Miliar
Tribun Jambi/Rohmayana
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Ridwan. 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi pada periode Januari-Mei 2018, ada 42 kasus kebakaran terjadi di Kota Jambi. Sebelumnya, pada 2017, ada sebanyak 89 kasus kebakaran.

"Faktornya sebagian besar karena kelalaian dan korsleting aliran listrik,” kata Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Jambi, Ridwan, kepada tribunjambi.com.

Lebih lanjut, Ridwan mengatakan dari 42 kasus tersebut estimasi kerugian diperkirakan Rp 23 miliar. Angka itu termasuk dalam kerugian kebakaran Hotel Novita.

Ridwan mengatakan pada Ramadan ini hingga hari raya, pihaknya mengingatkan kepada warga kota Jambi supaya lebih waspada terhadap kejadian kebakaran. Sebab merujuk pada tahun sebelumnya, beberapa kali terjadi kebakaran pada saat Ramadan.

"Bisa saja ibu-ibu lagi manasin sambal, tapi ketiduran atau buat kue lupa matikan kompor. Juga faktor lainnya. Harus lebih waspada,” jelasnya.

Kata dia, gerak pada Ramadan 2018 ini musibah kebakaran sudah terjadi sebanyak 3 kali angka ini menurun jika dibandingkan tahun lalu yang mencapai 14 kasus. Tiga musibah tersebut terjadi di wilayah Kenali asam, Jaluko dan Kasang.

"Untuk di wilayah Jaluko, sifatnya kami membantu karena berdekatan dengan wilayah kita," katanya.

Baca: Paslon 1 dan 2 Pilwako Jambi Tanda Tangan Komitmen Bersama Pencegahan Narkotika

Baca: Sinar Sentosa Buka Puasa Bersama dan Santuni Anak Panti Asuhan

Baca: Guru Pelaku Pencabulan Serahkan Diri, Beri Alasan Mengejutkan Pada Polisi

Sementara itu, Pjs Walikota Jambi, M Fauzi, mengatakan masyarakat harus lebih berhati-hati terutama saat mendekati mudik lebaran. Masyarakat yang hendak meninggalkan rumah diimbau untuk tidak menyalakan instalasi listrik dan kompor. Hal tersebut guna meminimalisir angka kebakaran.

"Kita juga sudah mengimbau ketua RT dan lurah untuk mengingatkan warganya yang hendak mudik, kalau bisa tetangganya diberitahu supaya kalau ada apa-apa bisa langsung terpantau," ujarnya.

Baca: Oknum Guru Bejat Yang Bertindak Cabul Menyerahkan Diri, Inisial MA Alias RS

Penulis: Rohmayana
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved