Jadi Penumpang Tunggal Garuda Indonesia, Ini Sosok dan 7 Fakta Haji Dolah Palu

"Teman saya di Palu itu, memang minta izin mau viralkan. Saya bilang ok, tapi jangan sampai saya dianggap

Jadi Penumpang Tunggal Garuda Indonesia, Ini Sosok dan 7 Fakta Haji Dolah Palu
DOK TRIBUN TIMUR/HANDOVER
Habib Abdullah Idrus Alhabsy saat berada dalam pesawat Garuda. 

Untuk menjadi anggota Garuda Miles platinum, minimal harus terbang 55 kali hingga 65 kali dalam tempo 1 tahun atau memiliki minimal 55 ribu hingga 65 ribu miles.

Lalu, apa saja keuntungan didapatkan setiap anggota Garuda Miles?

,
, ()

Khusus anggota Garuda Miles platinum, sungguh banyak.

Berikut daftarnya:

1. Mendapatkan miles,

2. Menukarkan miles dengan award ticket,

3. Menghadiahkan award ticket,

4. Menukarkan miles dengan upgrade award,

5. Menghadiahkan apgrade award,

6. Check-in di counter premium di Bandara Internasional Soekarno-Hatta,

7. Check-in di counter kelas eksekutif atau bisnis,

8. Akses ke Garuda Executive Lounge (Bandara domestik & internasional) bersama 1 tamu,

9. 20 Kg tambahan kuota bagasi,

10. 25 persen tier bonus,

11. Persentase tier miles,

12. Prioritas dalam penanganan bagasi.

13. Prioritas dalam daftar tunggu reservasi tiket.

Selain itu, pengalaman yang didapatkan sejumlah penumpang, yakni jika ketinggalan pesawat, maka akan diterbangkan menggunakan penerbangan berikutnya tanpa perlu membayar serupiah pun.

Juga, akan dipindahkan ke kelas bisnis secara gratis jika kursi di kelas ekonomi penuh.

5. Sudah 3 kali jadi penumpang tunggal

Habib mengaku tak takut terbang sendirian sebagai penumpang.

Ternyata ia punya pengalaman seperti itu sebelumnya.

Ia mengaku ini adalah pengalaman ke-3 kalinya terbang sebagai penumpang tunggal.

“Saya sudah dua kali terbang sendiri. Tahun 1980-an waktu masih (pesawat udara jenis) DC-10 Garuda, saya juga pernah terbang sendiri dari Palu. Lalu tahun 1990-an, karena ada re-scheduling dari Jakarta, saya juga terbang sendiri. Tapi saat itu belum ada HP (berkamera), jadi saya tidak rekam,” katanya.

6. Cucu pahlawan

Habib Abdullah Idrus Alhabsy ternyata bukan orang sembarangan.

Selain ia sebagai pengusaha sukses, ia juga adalah tokoh terpandang di Palu, Sulteng.

Ia adalah cucu dari Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri atau lebih dikenal dengan Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri, seorang tokoh pejuang di Provinsi Sulawesi Tengah dalam bidang pendidikan agama Islam.

Nama kakeknya ini sendiri diabadikan sebagai nama bandara di Palu, Sulawesi Tengah (PLW), Bandara Mutiara Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufrie.

7. Kakak ketua FPI

Husain Idrus Alhabsy (47) adik kandungnya adalah Ketua Front Pembela Islam (FPI) Palu.

Kakeknya sendiri Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, adalah pendiri Al Khaerat, ormas keagamaan terbesar di Sulawesi Tengah.

Kronologi

Dalam wawancara via sambungan telepon dengan Tribun-Timur.com, Senin (4/6/2018), ayah tiga anak menceritakan bagaimana hingga dia jadi penumpang tunggal di pesawat maskapai milik pemerintah itu.

Kisahnya, dimulai Sabtu (2/6/2018) pagi, di Bandara Mutiara Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufrie, Palu, Sulawesi Tengah (PLW).

“Saya harus akui, saya ketinggalan pesawat. Seharusnya pakai pesawat yan berangkat jam 07.15 Wita (langsung ke Jakarta). Saya datang, pas pesawat baru selesai boarding,” ujarnya merujuk penerbangan pagi pertama dari Palu, GA 623.

Pesawat udara jenis Boeing 737-800 NG ini sejatinya akan terbang ke Bandara Internasional Soekarno Hatta, Jakarta.

Karena dia pemegang kartu platinum Garuda Frequent Flyer (GFF), akhirnya pria yang di Palu akrab disapa Haji Dolah Palu ini pun mendapat prioritas untuk ikut penerbangan Garuda berikutnya.

Oleh grounded crew Garuda Indonesia di Palu, dia diikutkan penerbangan lanjutan.

Namun, bukan langsung Jakarta, Haji Dolah Palu, lebih dulu transit di Bandara International Sultan Hasanuddin (UPG).

Dia ikut dengan tidak menambah bayaran atau membeli tiket.

“Saat tiba di Makassar, sekitar 100 penumpang diminta turun oleh kru kabin. Saya tak mau, karena tujuan saya Jakarta,” ujarnya.

Dua pramugari bergantian datang memintanya ikut transit dan turun.

Tapi cucu dari pendiri Al Khaerat, Al-Habib Idrus bin Salim Al-Jufri, ormas keagamaan terbesar di Sulawesi Tengah ini, ngotot tak mau turun.

“Pilot dan co-pilot juga datang meminta saya turun, tapi saya tak mau. Akhirnya pilot itu bilang. Ok, bapak ikut terbang, tapi sendiri yaa, tidak ada penumpang lain. Apa Bapak berani,” kata Habib, menirukan perkataan pilot.

Tentang video viralnya, yang menyebutkan dirinya terbang karena tersinggung karena akan diturunkan di Makassar, lalu mencarter pesawat, itu adalah hoax.

"Teman saya di Palu itu, memang menta izin mau viralkan. Saya bilang ok, tapi jangan sampai saya dianggap melanggar hukum, ya. Saya ini pelanggan Garuda, bukan pelanggar aturan,” ujarnya.

Di dalam pesawat, dia terbang hampir 2 jam ke Jakarta.

Meski membayar tiket kelas ekonomi, tapi dia diminta duduk di kabin kelas bisnis.

“Meski saya sendiri, tapi pelayanan pramugari tetap, standar tak ada yang berubah, bahkan saya dapat makanan kelas bisnis,” ujar Dolah.

Di kabin pesawat, dia sempat meminta satu dari 3 pramugari dia minta untuk mengabadikan videonya berjalan.

Si pramugari berbaju oranye bahkan sempat berkelakar sebelum merekam si Habib berjalan di selasar kabin berpenumpang 156 orang itu, “Cieee yang punya pesawat..”

“Saya jawab, kebetulan saya ini memang juga Penasihat DPW Partai Garuda di Sulteng, jadi pas kan?” ujarnya berkelakar.

Sebelumnya, sebuah foto dan video berdurasi 1 menit 54 detik, viral di media sosial, Minggu (3/6/2018) ini.

Video itu menggambarkan seorang pria yang terbang sendiri dengan pesawat komersil Garuda jenis Boeing 737-800 NG.

Kabin Boeing jenis 737-800 ini didesain untuk 6 seat tiap row.

Kapasitas kursi sebanyak 156 penumpang dengan konfigurasi 12 kelas bisnis dan 144 kelas ekonomi.

Di deretan kursi ada alas kepala hijau berlogo Garuda Indonesia.

Video dan foto ini beredar saat Garuda tengah dililit ketidakpercayaan kelompok karyawan dan ancaman mogok sejumlah crew dan manajemen perusahaan maskapai milik negara ini.

Keunggulan Kartu GFF Platinum

"Hadiah" sebagai penumpang tunggal Garuda Indonesia yang didapatkan Habib Abdullah tak lepas dari dirinya sebagai pemegang kartu GFF (sekarang berubah jadi Garuda Miles.

Garuda Miles adalah loyalty program dari Garuda Indonesia yang dipersembahkan sebagai penghargaan bagi para pelanggan setia.

Pelanggan yang menjadi anggota Garuda Miles akan mendapatkan miles atau semacam poin setiap kali terbang menggunakan Garuda Indonesia atau maskapai yang menjadi mitra untuk penebangan lanjutan.

Semakin tinggi kelas tiketnya dan semakin jauh rutenya, maka akan semakin banyak miles yang didapatkan.

Akumulasi miles dapat ditukarkan dengan hadiah tiket ke destinasi favorit, bebas biaya upgrade dari kelas ekonomi ke bisnis pada penerbangan pilihan.

Anggota Garuda Miles juga dapat menikmati banyak keuntungan dan keistimewaan eksklusif, seperti gerai check-in khusus di airport, kuota bagasi tambahan, prioritas baggage handling, prioritas wait-list untuk reservasi tiket, akses untuk airport lounge Garuda Indonesia, dan penawaran menarik dari mitra Garuda Indonesia di seluruh dunia.

Tingkat keanggotaan akan dievaluasi setiap akhir tahun.

Jika anggota Garuda Miles tak mencapai batas minimal, maka tingkat keanggotaannya akan diturunkan, misalnya dari platinum ke gold.

Contoh kartu Garuda Miles tingkat platinum. (GARUDA-INDONESIA.COM)
Contoh kartu Garuda Miles tingkat platinum. (GARUDA-INDONESIA.COM) ()

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul 7 Fakta Tentang Haji Dolah Palu, Penumpang Tunggal Garuda Indonesia yang Hebohkan Warganet, 

Editor: suci
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved