Tulisan ‘Allah’ Ditemukan pada Pakaian Tenun Bangsa Viking, Apakah Ini Bukti Mereka Muslim?

Para arkeolog temukan tulisan ‘Allah’ pada tenunan pakaian yang dikenakan oleh bangsa viking yang dikubur.

Tulisan ‘Allah’ Ditemukan pada Pakaian Tenun Bangsa Viking, Apakah Ini Bukti Mereka Muslim?
intisari online
kain tenun yang dipakai bangsa Viking 

Cincin tersebut masuk ke dalam daftar katalog Swedish History Museum di Stockholm sebagai cincin berlapis perak dengan batu kecubung bertuliskan lafal “Allah” dalam bahasa Arab Kufi.

Kini, cincin tersebut menjadi objek menarik bagi tim peneliti yang dipimpin oleh pakar biofisika Sebastian Warmlander dari Stockholm University.

“Ini merupakan satu-satunya cincin dengan tulisan Arab yang ditemukan di (Semenanjung) Skandinavia. Kami memiliki beberapa cincin Arab tapi tanpa tulisan,” ujar Warmlander pada Discovery News.

Melalui pemeriksaan lebih dalam mengungkapkan bahwa prasasti itu diukir menggunakan karakter Kufi awal—sejalan dengan makam Birka yang berangka-tahun 850 Masehi.

Para peneliti menafsirkan tulisan itu sebagai “il-allah” yang berarti “kepada Allah”. Ada juga yang mengatakan itu adalah tulisan “inshaallah”.

“Yang jelas, kemungkinan besar kita tidak akan tahu maksud sebenarnya di balik tulisan itu, atau di mana dan mengapa hal itu dilakukan,” tulis para peneliti.

Yang menarik, Warmlander mencatat bahwa kondisi tubuh cincin masih sangat bagus, menandakan bahwa cincin itu jarang sekali dipakai.

Lebih dari itu, muncul beberapa asumsi terkait sampainya cincin itu di pemakaman Birka.

“Mungkin perempuan yang dikubur itu berasal dari dunia Islam, atau orang-orang Viking mendapatkannya melalui perdagangan, atau perampokan, saat mengunjungi Khilafah Islam,” ujar Warmlander.

Terlepas dari segala interpretasi itu, para peneliti menyimpulkan, cincin itu menjadi bukti interaksi langsung antara orang-orang Viking dengan dunia Islam.

“Buku The Viking Sagas and Chronicles memberi tahu kami tentang ekspedisi Viking ke Laut Kaspia dan Laut Hitam, dan seterusnya…tapi kami tidak tahu apakah cerita itu fakta atau fiksi,” ujar Warmlander.

“Dan cincin itu menguatkan cerita kuno itu.”

sumber: intisari online

Editor: Teguh Suprayitno
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved