Belum Dimusnahkan, EKTP yang Tercecer Cuma Dipotong-potong Alasannya

Kementerian Dalam Negeri akan melakukan pemusnahan total KTP elektronik yang rusak atau invalid seusai pelaksanaan

Belum Dimusnahkan, EKTP yang Tercecer Cuma Dipotong-potong Alasannya
(Dok. Istimewa)
Warga memunguti ribuan e-KTP yang tercecer di Jalan Raya Salabenda, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor. 

TRIBUNJAMBI.COM- Kementerian Dalam Negeri akan melakukan pemusnahan total KTP elektronik yang rusak atau invalid seusai pelaksanaan Pemilu 2019.

Direktur Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil Zudan Arif Fakrulloh menuturkan, hal itu dilakukan untuk menjaga bukti fisik e-KTP ketika dibutuhkan untuk kepentingan pemeriksaan tertentu.

"Nanti pemusnahannya seizin Pak Menteri (Tjahjo Kumolo) kalau sudah tahun 2019. Setelah pileg, pilpres selesai. Sehingga kalau ada yang menanyakan mana 805.000 KTP elektronik yang rusak, kami ada buktinya," kata Zudan di gudang penyimpanan Kemendagri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018).

Untuk sementara, Kemendagri akan melakukan pemusnahan sebagian dengan memotong ujung kanan atas e-KTP rusak atau invalid yang tersimpan di gudang.

A

Sejumlah staf dukcapil Kemendagri memotong ujung kanan atas e-KTP yang rusak di gudang penyimpanan barang inventarisasi Kemendagri, Bogor, Jawa Barat, Rabu (30/5/2018).(DYLAN APRIALDO RACHMAN/KOMPAS.com)

Baca: Dilaporkan Tewas Dibunuh, Jurnalis Ini Muncul Dalam Konfernsi Pers Hingga Menuai Kecaman

Baca: Hari ini Sidang Kasus Pembunuhan Indri Kembali Digelar, Iwan dan Bujang Hadapi Tuntutan

Baca: Ini Ancaman Besar yang Menunggu, Saat Ledakan Penduduk Dunia Tidak Terkendali

Hal itu untuk memastikan bukti fisik e-KTP tetap terjaga dan tak disalahgunakan untuk kepentingan tertentu.

"Ini sudah disfungsi. Sudah dipotong, tidak ada keraguan. Mau dicuri, mau diambil, semua sudah tidak bisa digunakan," kata dia.

"Agar orang percaya fisiknya kalau dilihat ada. Kalau dihancurkan semua barangnya orang enggak percaya. Mana? Padahal sudah dihancurkan semua," kata dia.

Sebelumnya Zudan juga memastikan Kemendagri akan memperketat standard operating procedure (SOP) pemindahan KTP elektronik (e-KTP).

Menurut Zudan, insiden tercecernya e-KTP beberapa waktu silam dinilainya telah melanggar SOP.

Halaman
12
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved