Peringatan Waisak di Candi Muarojambi

Pelaksanaan Ceramah Waisak, Ini Doa yang Disampaikan Untuk Negara di Tahun 2018 Ini

Seusai pelaksanaan meditasi detik-detik menyambut waisak, acara dilanjutkan dengan Dhammadesana atau ceramah waisak.

Pelaksanaan Ceramah Waisak, Ini Doa yang Disampaikan Untuk Negara di Tahun 2018 Ini
TRIBUN JAMBI/SAMSUL BAHRI

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Seusai pelaksanaan meditasi detik-detik menyambut waisak, acara dilanjutkan dengan Dhammadesana atau ceramah waisak. Ceramah diisi oleh B Thanavaro.

Ia mengatakan, ritual peringatan hari tri suci waisak merupakan hari penting bagi seluruh umat Budha. Malam waisak merupakan suatu hal yang sangat istimewa penuh dengan nilai-nilai sejarah.

"Ritual memperingati hari tri suci waisak, hari penting bagi umat Budha. Ada tiga hal penting dalam peristiwa waisak ini," ujarnya.

Baca: Hati-hati! Usus Bisa Masuk ke dalam Buah Zakar Karena Faktor Ini. Waspadai Putra Anda

Tiga peristiwa penting tersebut diantaranya peristiwa kelahiran dari seorang pangeran yang terjadi pada tahun 623 Sebelum Masehi (SM). Pangeran yang dimaksud adalah pangeran Sidarta, ia mengatakan bahwa pangeran Sidarta ketika lahir langsung bisa berjalan.

"Pangeran Sidarta ketika lahir langsung bisa berjalan. Selain itu ketika berjalan tiap-tiap langkahnya langsung tumbuh bunga teratai," ucapnya.

Dengan pelaksanaan ini, Ia berharap agar dengan peringatan waisak pada tahun 2018 ini, umat Budha mampu membangkitkan nilai-nilai toleransi yang telah diwariskan dari nenek moyang.

"Hal ini perlu untuk menjaga kesatuan dan persatuan bangsa. Kita dilahirkan di bumi nusantara ini harus di syukuri, karena bumi yang subur makmur dimana kita diwarisi nilai-nilai toleransi," pungkasnya.

Baca: Pelaksanaan Amisapuja, Persembahan Puja Berupa Lilin, Air Hingga Bunga

Baca: Besok Rapat Insidentil - Adu Kuat Data Lokal dan Global, Apa Prioritas Bank Indonesia

Marik ita bangkitkan nilai-nilai toleransi yg telah diwariskan dari nennek moyang untul menjaga kesatuan dan persatuan bngsa Jika ada perpecahan dan perang. Kita dilahirkan di bumi nusantara harus disyukuri. Karena bumi yg subur, makmur diwarisi dari nilai-nilai toleransi.

Acara dilanjutkan dengan penerimaa air suci yang diberikan pada umat Budha yang ada. Kemudian dilanjutkan dengan pembacaan paritta suci Ettavata. Acara kemudian dilanjutkan dengan pembacaan doa.

Penulis: samsul
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved