Kolam dan Arca Kuno, Ini Keistimewaan Percandian Muaro Jambi, Bawa Perubahan Agama Budha di Asia

"Ada pembangunan kolam-kolam kuno, kanal-kanal kuno yang masih bisa dilihat sampai saat ini. Itu untuk..."

Tribun Jambi
Temuan makara di kompleks Percandian Muaro Jambi, di Kabupaten Muarojambi, beberapa tahun lalu. 

TRIBUNJAMBI.COM - Kompleks Percandian Muaro Jambi merupakan peninggalan zaman Sriwijaya. Peninggalan bersejarah yang saat ini berada di wilayah Provinsi Jambi itu memiliki banyak keistimewaan.

Berbagai artefak peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya ditemukan di kompleks yang luasnya sekira 3.000 hektare itu.

Situs Percandian Muaro Jambi yang diperkirakan dibangun pada abad ke-4 hingga ke-11 Masehi, menjadi tempat pengembangan ajaran Buddha pada masa Melayu Kuno.

Arkeolog dari Kementerian Pendidikan dan Budaya, Agus Widiatmoko, menuturkan Candi Muaro Jambi merupakan satu di antara universitas, alias kampus, peninggalan zaman Kerajaan Sriwijaya.

Kampus agama Budha ini terkoneksi dengan pusat pendidikan agama Budha di Asia saat itu, seperti Tibet, India dan beberapa tempat lainnya.

"Ada kemiripan antara Candi Muaro Jambi dengan Universitas Nalanda di India," kata Agus Widiatmoko, via telepon seluler, Selasa (29/5/2018).

Agus mengatakan keberadaan pusat pendidikan keagamaan di Candi Muaro Jambi saat Kerajaan Sriwijaya berjaya, sekira abad ke 7-12. Saat itu, mereka mengutus mahasiswanya untuk belajar di Universitas Nalanda.

"Saat ajaran Budha Dharma di India mengalami kemunduran karena invasi dari negara lain, maka Universitas Nalanda berpindah ke Sumatera atau ke Candi Muaro Jambi," tutur Agus.

Perkembangan dan perubahan

Saat tempat itu menjadi pusat pendidikan agama, Kerajaan Sriwijaya membangun tempat tinggal untuk biksu yang sedang belajar, sekaligus tempat belajar.

Baca: Sebelum Daftar CPNS 2018, Ini Besaran Gaji PNS 2018, Gaji Pokok Tertinggi Capai Rp 4,44 Juta

Baca: Digoncang Isu Bom, Penumpang Lion Air Keluar dari Pesawat Lewat Pintu Darurat

Baca: Patung Budha Ukuran Besar di Pintu Candi Gumpung, Biksu Se-Sumatera Waisak di Percandian Muaro Jambi

"Kerajaan Sriwijaya waktu itu membangun banyak wihara. Jadi perlu diketahui juga, pemahaman wihara itu sebenarnya tempat tinggal dan tempat belajar, berbeda dengan pemahaman sekarang yang menjadi tempat ibadah," ujar Agus, seraya menuturkan historis pergeseran pemahaman wihara yang terjadi pada 1965-an.

Di kompleks Percandian Muaro Jambi, bangunan yang menjadi tempat tinggal semisal Candi Gumpung, Kedaton dan lain lain. Sementara itu, bangunan yang memiliki fungsi keagamaan seperti Candi Tinggi, Candi Kembar Batu, dan lain-lain.

Menurut Agus, Kerajaan Sriwijaya juga membangun fasilitas-fasilitas untuk mendukung pendidikan agama.

"Ada pembangunan kolam-kolam kuno, kanal-kanal kuno yang masih bisa dilihat sampai saat ini. Itu untuk reservoir air dan kebutuhan sehari-hari. Selain itu ada peninggalan-peninggalan lain," ujarnya.

Halaman
123
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved