Masih Ingat MH17 yang Jatuh dan Karam Tahun 2014? Hasil Investigasi Tunjukkan Dirudal Rusia

Para penyelidik jatuhnya pesawat MH17 milik Malaysia Airline di atas wilayah Ukraina terus memburu pihak yang bertanggung jawab

Masih Ingat MH17 yang Jatuh dan Karam Tahun 2014? Hasil Investigasi Tunjukkan Dirudal Rusia
EastWest
Foto satelit yang memperlihatkan adanya penembakan di udara terhadap Malaysia Airlines MH17 

TRIBUNJAMBI.COM - Para penyelidik jatuhnya pesawat MH17 milik Malaysia Airline di atas wilayah Ukraina terus memburu pihak yang bertanggung jawab atas insiden tersebut. Dari hasil investigasi, kini mereka yakin militer Rusia memegang peran penting dalam menyediakan rudal yang mematikan tersebut.

Ini adalah pertama kalinya para penyidik resmi telah menunjuk brigade rudal anti-pesawat 53 milik Federasi Rusia yang bermarkas di Kursk sebagai pihak bertanggung jawab. Pada suatu pertemuan di Belanda, Tim Investigasi Gabungan (JIT), yang termasuk dalamnya sejumlah perwira Australia, menunjukkan sejumlah video dan gambar dari peta yang diambil oleh truk yang mengangkut rudal melintasi perbatasan.

Baca: Suku Bunga Bakal Dinaikkan 25 Bps Lagi, Ini Komentar Analis

Wilbert Paulissen, kepala Skuad Kejahatan Nasional dari Kepolisian Nasional Belanda, mengatakan bahwa JIT menginginkan para saksi untuk segera bersuara. Pelaku "Kami mencari orang-orang yang terlibat langsung," katanya.

"Kami memiliki empat pertanyaan – siapa yang menjadi bagian dari tim yang menembak jatuh MH17, instruksi apa soal di mana mereka diberikan dan oleh siapa. "Juga siapa yang bertanggung jawab untuk operasi penugasan ini.

"Dan akhirnya, siapa yang bisa memberi kami sebagian besar informasi tentang prosedur di brigade ini?" Paulissen berkata. Dia mengatakan mereka yakin keluarga, teman atau kenalan akan memiliki jawabannya. Boeing 777 sedang dalam perjalanan dari Amsterdam menuju Kuala Lumpur ketika ditembak jatuh pada 17 Juli 2014.

Seluruh penumpangnya yang berjumlah 298 orang, termasuk 38 warga Australia, tewas. Pesawat itu berada hanya 50 kilometer dari perbatasan Ukraina-Rusia dan penyelidikan terhadap siapa yang menembak jatuh pesawat ini masih berlanjut. Insiden mematikan ini terjadi selama perang di Donbass.

Baca: Temuan Kapal Karam Tahun 1708 Itu Pun Diumumkan, 5 Negara Memperebutkan. Ternyata Ini Isinya

Baca: Kabar Gembira Untuk Pemudik! Sekarang Bisa Terus Lewat Tol Sampai Semarang

Dewan Keselamatan Belanda menyimpulkan pada Oktober 2015 bahwa rudal permukaan-ke-udara Buk ditembakkan ke arah pesawat MH17. Setahun kemudian JIT yang dipimpin Belanda menyimpulkan bahwa rudal itu dibawa ke Ukraina dari Rusia pada hari kecelakaan itu dan ditembakkan dari daerah yang dikuasai pemberontak pro-Rusia dan kemudian peluncur itu bergerak kembali melintasi perbatasan ke Rusia.

Saat itu sekitar 100 orang telah diidentifikasi sebagai saksi atau tersangka tetapi tidak ada nama yang dirilis. Komandan Polisi Federal Australia Jennifer Hurst menunjuk ke rincian tentang BUK yang mengungkapkan asal-usulnya, termasuk tahun produksi, 1986, dan nomor identifikasi unik.

"Kami mendesak semua orang, di mana saja di dunia ini yang dapat memberikan informasi tim investigasi mengenai hal-hal tadi," katanya. Dia mengatakan detail tentang tulisan tangan di casing dan jumlahnya diperlukan. Menuntut Tanggung Jawab Perkembangan terakhir terjadi setelah beberapa keluarga menulis surat terbuka kepada orang-orang Rusia yang mengatakan bahwa Piala Dunia FIFA di Rusia bulan depan akan memiliki "makna gelap yang berbeda".

Baca: Model Sekaligus Atlet Muay Thai Ini Punya Ritual Unik Sebelum Bertanding, Efeknya Dahsyat!

Baca: Survei Alvara: Ini Penilaian Masyarakat Terhadap Jokowi, Prabowo dan Gatot. Jujur Lebih Dipilih

Baca: Agenda Rapat Dewan Gubernur BI 30 Mei, Kemungkinan Suku Bunga Naik 25 Bps Lagi

Surat itu ditandatangani oleh keluarga dari sembilan korban, termasuk tiga warga Australia. Jon O'Brien, ayah dari Australia, Jack O'Brien, 25 tahun, adalah salah satu penggiat surat itu.

"Meskipun sudah hampir empat tahun berlalu sejak kehidupan kami porak poranda, kami sulit memahami apa yang terjadi," kata surat itu. "Kami menganggap negara Rusia dan para pemimpinnya sebagai yang paling bertanggung jawab atas kematian anggota keluarga kami. Semua bukti yang kredibel menunjuk ke arah itu."

Pemerintah Australia mengumumkan dalam anggaran bulan Mei itu akan mengeluarkan $ 50 juta selama empat tahun untuk persiapan biaya penuntutan guna menyeret mereka yang bertanggung jawab ke pengadilan. Keluarga mengatakan mereka memiliki keyakinan dalam ketelitian dan ketidakberpihakan dari penyelidikan oleh tim gabungan ini – meskipun harus menunggu lama.

Baca: Meskipun Sahabat, Lima Barang Ini Tetap Privasi dan Tidak Boleh Dipinjamkan

Baca: Desanya Dikunjungi, Bocah Kelas 5 SD: Semoga Pak Presiden Kembali Lagi ke Sini. . .

Baca: Meski Pekan Ini Menguat, Bagaimana Nasib Rupiah Sepekan ke Depan?

Baca: Cagub Ini Dikabarkan Alami Stroke, Tim Pemenangannya Membantah

Tim investigasi open source Bellingcat akan merilis lebih banyak temuannya besok di Den Haag. Sebelumnya telah mengidentifikasi keterlibatan dari 53 brigade rudal anti-pesawat, yang berbasis di Kursk. Tim ini menuduh pensiunan kolonel Rusia Nikolai Tkachyov adalah "sosok yang patut dicurigai " dalam kasus jatuhnya MH17. Dia sekarang adalah inspektur kepala Distrik Militer Pusat Rusia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hasil Investigasi: MH17 Ditembak Jatuh oleh Rudal Rusia",

Editor: fifi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved