Pemkab Kerinci Tak Dipercaya Warganya, Ini Gara-Garanya

Setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci selalu menganggarkan dana untuk bantuan para korban kebakaran. Namun ternyata...

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI – Setiap tahun Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kerinci selalu menganggarkan dana untuk bantuan para korban kebakaran. Namun ternyata, dana bantuan tersebut tidak pernah sampai kepada para korban.

Hal itu dipertanyakan oleh para korban kebakaran yang terjadi di Lempur, Kecamatan Gunung Raya dan lainnya. Sejumlah rumah di Desa Lempur pada 2016 lalu terbakar.

“Katanya ada bantuan dari pemerintah, tapi sampai 2018 belum ada juga diberikan,” kata korban yang tak menyebutkan namanya.

Selain kebakaran di Lempur pada 2016, beberapa kebakaran yang terjadi sejak 2016, 2017 dan 2018 belum mendapat bantuan. Padahal tiga tahun terakhir ini, Kerinci beberapa kali dilanda musibah kebakaran.

Seperti kebakaran di Kayu Aro, Belui, Pulau Tengah. Selain itu juga terjadi kebarakan di Ambai, Sitinjau Laut dan Lempur Kecamatan Gunung Raya dan kecamatan lainnya.

“Tentu kita sangat mengharapkan bantuan tersebut. Katanya ada bantuan, tapi nyatanya hingga kini belum diberikan. Kalau seperti ini hilang kepercayaan kami terhadap pemerintah,” kata korban kebakaran lainnya.

Informasi yang didapatkan, setiap tahun Pemkab Kerinci selalu menganggarkan dana bantuan kebarakan. Dana yang dianggarkan untuk para korban kebakaran itu sekitar Rp 1,5 miliar.

“Bantuan yang diberikan itu, rumah rusak berat Rp 15 juta per KK, rusak sedang Rp 10 juta, dan rusak ringan Rp 5 juta,” kata sumber Tribunjambi.com.

Data BPBD selama dua tahun ini bencana kebakaran di Kabupaten Kerinci cukup tinggi. Data yang diperoleh dari dinas Damkar dan BPBD Kerinci menyebutkan sekitar 95 kasus kebakaran selama 2016 dan 2017.

Halaman
12
Penulis: heru
Editor: Teguh Suprayitno
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved