Breaking News:

Kisah Jasad Pendaki Everest yang Abadi, Ditemukan di Zona Maut

Hannelore Schmatz memang menyukai aktivitas ekstrem mendaki gunung sebagaimana suaminya, Gerhard.

YouTube
Jasad Pendaki Hannelore Schmatz yang abadi di Zona Maut Everest 

TRIBUNJAMBI.COM - Hannelore Schmatz melakukan pendakian ke Puncak Everest pada tahun 1979 bersama suaminya.

Nahas, ia tewas dalam perjalanan yang membahayakan itu.

Hannelore Schmatz memang menyukai aktivitas ekstrem mendaki gunung sebagaimana suaminya, Gerhard.

Baca: Dikabarkan Sedang Hamil di Penjara, Teman Satu Sel Jennifer Dunn Blak-blakan Soal ini

Pasangan itu, memutuskan untuk melakukan pendakian membahayakan ke puncak Everest pada tahun 1979 bersama dengan sekelompok pendaki lainnya.

Saat itu, Gerhard berusia 50 tahun dan bertindak sebagai ketua tim pendakian. Sementara Hannelore berusia 39 tahun, sebagai anggota tim pendakian.

Dalam misi pendakian itu, Gerhard merupakan manusia tertua yang melakukan misi membahayakan tersebut.

Total ada delapan pendaki dan lima pemandu yang mencapai puncak. Kemudian tragedi itu terjadi.

Baca: Tatapan Maut Irfan Sebastian ke Ulfi Damayanti Saat Main Tik Tok, Isyarat Suka Kah?

Dua orang tewas dalam perjalanan kembali menuruni gunung, termasuk Hannelore Schmatz yang hanya berjarak 330 kaki dari basecamp terakhir menuju ke puncak.

Schmatz dan pendampingnya, Ray Genet, terlalu lelah untuk melanjutkan pendakian.

Mereka mendirikan kamp bivak untuk tidur di kantong tidur sebelum menuju ke base camp.

Halaman
123
Editor: Suci Rahayu PK
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved