Breaking News:

7 Kades ‘Dua Jari’ Divonis 2 Bulan Penjara, Terdakwa dan JPU Pikir_Pikir

“Terhadap para tardakwa kami vonis bersalah dengan 2 bulan pencara dan denda sebesar Rp 3 juta,” kata Yudi.

Penulis: Herupitra | Editor: Deni Satria Budi
Tujuh kades yang divonis bersalah oleh Pengadilan Negeri Sungaipenuh 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH – Pengadilan Negeri (PN) Sungai Penuh menjatuhkan vonis 2 bulan penjara dan denda Rp 3 juta kepada tujuh Kepala Desa (Kades) yang mengacungkan dua jari bersama Calon Wakil Bupati Kerinci Ami Taher. Vonis yang diberikan kepada ketujuh kades ini, lebih ringan dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut 3 bulan penjara dan denda Rp 3 juta.

Pantauan Tribunjambi.com, sidang pembacaan putusan digelar diruang sidang utama PN Sungai Penuh, Jumat (25/5). Sidang yang dipimpin hakim ketua Yudi Noviandri, mulai digelar pukul 14.30 Wib. Ke tujuh Kades hadir mengikuti sidang didampingi penasehat hukum mereka.

Hakim ketua Yudi saat membacakan putusan mengatakan, bahwa ketujuh terdakwa yakni, Suhatmir, Ardinal, Ipan Chatib, Fardi Amran, Zul Pakani, Faisal dan Agusmantoni terbukti bersalah. Dimana perbuatan mereka menguntungkan salah satu pasangan calon bupati Kerinci.

“Terhadap para tardakwa kami vonis bersalah dengan 2 bulan pencara dan denda sebesar Rp 3 juta,” kata Yudi.

Katanya, para terdakwa tidak menjalani penjara, namun dengan masa percobaan selama empat bulan. Jika selama empat bulan masa percobaan itu, terdakwa ternyata melakukan tindak pidana lain, maka mereka harus menjalani hukuman yang dua bulan tersebut.

“Bagaimana para terdakwa, apakah sudah mengerti dengan putusan yang telah disampaikan,” sebut hakim kepada para terdakwa.

Menanggapi hal itu para terdakwa langsung berdiskusi dengan penasehat hukum mereka. Dan mengatakan, terhadap putusan tersebut mereka masih pikir-pikir.

“Kami masih pikir-pikir,” kata Penasehat Hukum Fera Candra.

kades 2 jari

Ditemui usai sidang Fera Candra mengatakan, meskipun putusan lebih ringan dari tuntutan, mereka masih belum menerima. Selama tiga hari ini mereka masih ada waktu untuk pikir-pikir.

“Yang jelas kami tidak sependapat dengan putusan hakim, karena hakim mengatakan itu terbukti dengan pidana. Tapi kami masih mau koordinasi dulu dengan klien kami, apa upaya hukum selanjutnya. Masih ada tiga hari kita untuk pikir-pikir,” sebutnya.

Sementara itu Mahargung alsonta, JPU yang menangani perkara tersebut, dikonfirmasi terkait putusan hakim lebih rendah dari tuntutan yang mereka sampaikan, juga mengaku masih pikir-pikir. Mereka akan berpikir selama tiga hari apa langka mereka selanjutnya.

“Kita masih pikir-pikir. Mereka divonis 2 bulan penjara dan tidak menjalaninya, yakni masa percobaan selama empat bulan,” ungkap para JPU.(*)

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved