Prasasti Talang Tuwo, Menelusuri Jejak Perkembangan Agama Budha di Kerajaan Sriwijaya

Sejarah perkembangan kota Palembang dari masa awal berdiri sampai sekarang memang tidak akan ada habisnya apabila dikaji

Prasasti Talang Tuwo, Menelusuri Jejak Perkembangan Agama Budha di Kerajaan Sriwijaya
Prasasti Talang Tuwo 

Namun pada tahun 1918, G. Coedes dengan menggunakan sumber-sumber prasasti peninggalan Sriwijaya lainnya dan berita Cina, ia berhasil menjelaskan bahwa kata Sriwijaya yang terdapat pada tulisan prasasti Kota Kapur adalah nama sebuah kerajaan di Sumatera Selatan, dengan pusatnya Palembang.

Kerajaan Sriwijaya dalam berita Cina dikenal dengan sebutan She-li-foshe, menurut G. Coedes bahwa nama Shili-fo-she adalah sebuah kerajaan di pantai Timur Sumatera Selatan, di tepi sebuah sungai dekat Palembang.

Selain itu juga keberadaan Sriwijaya di Palembang juga pernah dikemukakan oleh Samuel Beal (1884) hanya disaat itu orang belum mengenal nama Sriwijaya (Poesponegoro, 1990:53).

Hal yang menarik tentang kerajaan Sriwijaya adalah kemunculan dan perkembangannya. Catatan dari Cina yaitu I-tsing tahun 671 Masehi ia menceritakan pelayarannya dari Kanton ke Shi-li-foshi, pusat pemerintahan kerajaan Sriwijaya.

Dalam jangka waktu 24 tahun kerajaan itu sudah menjadi sangat kuat dimana sebelum ia kembali ke Cina pada tahun 695 Masehi, Kedah yang berada di pantai Barat Semenanjung Melayu Selatan telah menjadi wilayah vasal Sriwijaya.

Pada tahun 775 Masehi, kerajaan Sriwijaya telah menjadi begitu terkenal sehingga penguasanya disebut “Raja yang dipertuan dari Sriwijaya, raja tertinggi diantara semua raja di muka bumi” (Wolters, 2011:1). Dengan demikian kerajaan Sriwijaya begitu terkenal pada masa itu sebagai kerajaan yang berkuasa di laut atau penguasa maritim di Nusantara.

Kata prasasti berasal dari bahasa sansekerta, arti sebenarnya adalah “Pujian”. Tapi kemudian dianggap sebagai “Piagam, maklumat, surat keputusan, undang-undang atau tulisan”. Meskipun pengertian awal sebagai pujian, tidak semua prasasti memuat pujian (raja).

Sebagian besar prasasti yang dikenal untuk membuat keputusan tentang pembentukan daerah pedesaan atau daerah menjadi maju.

Prasasti merupakan sebuah peninggalan sejarah berupa batu yang bertulis tulisan kuno yang berisikan mengenai sebuah berita, informasi, peringatan, undang-undang dan yang lainnya. Prasasti Talang Tuo adalah prasasti peninggalan kerajaan Sriwijaya yang ditemukan pada tahun 1920 oleh pejabat Inggris yaitu L.C. Westenegh, di daerah Talang Tuo (Talang Kelapo sekarang), prasasti ini dibuat pada masa raja Dapunta Hiyang Sri Jayanasa.

Prasasti ini bertanggal 2 bulan Shaitra tahun 606 Saka (684 M), yang terdiri atas 14 baris dengan berbahasa Melayu Kuno (Mahmud, 2007:24).

Halaman
1234
Editor: budi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved