Campus Zone
Ini Keluhan Mahasiswa Unja Mendalo Tentang Parkir Berbayar, Simak Dengan Cermat
Alat parkir otomatis itu, untuk arah keluar dijaga seorang yang bertugas mengambil uang retribusi pada pengendara yang akan keluar.
Penulis: nisyah | Editor: Duanto AS
Laporan Wartawan Tribun Jambi, Chairul Nisyah
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Mahasiswa Universitas Jambi Mendalo masih mengeluhkan pemberlakuan parkir berbayar.
Pantauan tribunJambi.com, gerbang utama Universitas Mendalo sudah dipasangi enam alat parkir otomatis.
Tiga alat pada pintu masuk dan tiga alat di pintu keluar.
Alat parkir otomatis itu, untuk arah keluar dijaga seorang yang bertugas mengambil uang retribusi pada pengendara yang akan keluar.
Tarif yang dikenakan flat, Rp 1.000 untuk sepeda motor, dan Rp 2.000 untuk mobil.
Tarif ini berlaku untuk setiap kendaraan yang keluar masuk Universitas Mendalo.
Enam mahasiswa yang diwawancarai tribunJambi.com, semua masih mengeluhkan pemberlakuan parkir berbayar.
”Kalau mendadak hujan turun, dibuat glabakan kami yang antre,” ujar seorang mahasiswa jurusan pertanian, Selasa (22/5).
Kerap terjadi antrean panjang pada jam pulang kuliah. Itu membuat pengendara harus menunggu lebih lama untuk keluar kampus. Keadaan bisa lebih buruk jika terjadi hujan, karena mereka tetap harus mengantre untuk keluar dari Unja.
“Kalau panas, kepanasan. Kalau hujan kehujanan. Apalagi di bulan puasa seperti ini, harus ekstra bersabar lagi,” ujarnya.
Ia berharap pihak kampus juga memikirkan tentang hal itu, agar terjadi kesinambungan yang baik pada mahasiswa dan pihak kampus.
Baca: Gelandang Ini Kembali ke Manchester United, Siapa Dia?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jambi/foto/bank/originals/suasana-saat-pengendara-keluar-kampus-unja-mendalo_20180522_130028.jpg)