FOTO: Periksa Limbah PT LSP, Dinas Lingkungan Hidup Sarolangun Gelar Jumpa Pers

Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT

FOTO: Periksa Limbah PT LSP, Dinas Lingkungan Hidup Sarolangun Gelar Jumpa Pers
tribunjambi/wahyu herliyanto
Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT. Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sarolangun melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah pencemaran lingkungan. Selasa (22/5). 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLNGUN -  Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT. Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sarolangun melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah pencemaran lingkungan. Selasa (22/5).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Sarolangun, Deshendri menyatakan untuk menindaklanjuti hasil dari berita sebelumnya bahwa diduga ada pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh perusahaan PT. LSP.

Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT. Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sarolangun melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah pencemaran lingkungan. Selasa (22/5/2018).
Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT. Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sarolangun melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah pencemaran lingkungan. Selasa (22/5/2018). (tribunjambi/wahyu herliyanto)

"Kita menindak lanjuti dari hasil terdahulu yang menyatakan bahwa di PT. LSP ada terindikasi pencemaran lingkungan," ujarnya.

Katanya, beberapa hari lalu pihaknya tugaskan staf langsung ke lapangan untuk mengecek dan dari hasil lapangan telah diteliti bahwa PH air yang diduga dicemari masih normal.

"Saat ini air itu PHnya tidak membahayakan, masih normal," katanya

Dengan ini, pihaknya masih melakukan penelusuran karena belum puas dengan penelitian itu, kata Deshendri kemarin ia memerintahkan pengawas termasuk kepala OPTD Laboratorium pada sore kemaren.

Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT. Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sarolangun melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah pencemaran lingkungan. Selasa (22/5/2018).
Guna menindaklanjuti hasil penelitian uji laboratorium dari limbah yang dihasilkan oleh PT. Lambang Sawit Perkasa (LSP) yang berlokasi di Kecamatan Bathin VIII Kabupaten Sarolangun, Dinas Lingkungan Hidup Daerah Sarolangun melakukan jumpa pers guna mengklarifikasi masalah pencemaran lingkungan. Selasa (22/5/2018). (tribunjambi/wahyu herliyanto)

Bahwa laporan dari masayarakat ada pencemaran di sungai tempat aliran abu broiler.

"Jadi hasil penelitian dua kali hasil PHnya masih bagus PHnya 7.23," ujarnya.

Sementara menurut pengakuan dari Manager PT LSP bahwa kolam limbah abu broiler baru 2 bulan dibangun, berati bertahun-tahun sebelum ini tidak ada kolam limbah.

Halaman
12
Tags
limbah
Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: nani
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved