Human Interest

Pingin Punya Banyak Anak?  Pria Ini Akhirnya Menyadari Pertaruhan Nyawa Seorang Wanita

Pengorbanan seorang ibu melahirkan kita tak mungkin dapat dibalas. Karena alasan itulah Islam mengangkat derajat seorang ibu tiga kali

Pingin Punya Banyak Anak?  Pria Ini Akhirnya Menyadari Pertaruhan Nyawa Seorang Wanita
BNN
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM - Pengorbanan seorang ibu melahirkan kita tak mungkin dapat dibalas. Karena alasan itulah Islam mengangkat derajat seorang ibu tiga kali melebihi ayah. Ini menunjukkan mulianya jasa dan pengorbanan seorang ibu.

Sementara seorang suami pernahkah terpikir akan risiko yang akan dihadapi oleh si isteri saat menempuh proses bersalin hingga nyawanya sendiri jadi taruhan. Mungkin kita menganggap itu memang fitrah seorang wanita untuk melahirkan keturunan. Karena itulah, ada segelintir suami yang tega main 'order' saja berapa anak yang diinginkan pada isteri masing-masing.

Unggahan Doktor Taufiq Razif ini mungkin bisa membuka mata para suami di luar sana. Hargailah jasa isteri karena pengorbanan mereka melahirkan keturunan Anda tidak ternilai.

Tolong melahirkan lagi sayang!

Saya dulu main order saja ingin punya anak 11 orang pada isteri saya. Karena ingin cukupkan kuota satu kesebelasan sepak bola jika semua sudah besar nanti. Tapi ketika dah melihat sendiri kesusahan isteri menjaga anak dan berhadapan dengan risiko bersalin saya jadi termenung sendiri.

Baca: VIDEO: Merapi Kembali Meletus Freatik, Lihat Kolom Capai 1.200 Meter dengan Durasi 6 Menit

Risiko bersalin ini tidak main-main. Selain merasakan sakit yang luar biasa dan pertaruhan nyawa. Jika ada kesalahan, bisa saja nyawa melayang tanpa peringatan dini. Seperti yang terjadi pada kasus kematian Julia Fransiska Makatey di Manado yang menggemparkan Indonesia beberapa waktu lalu.

Korban meninggal ketika proses melahirkan walaupun sebelum itu kondisi sehat wal afiat saja. Korban awalnya sudah ada tanda-tanda hendak melahirkan tapi setelah 8 jam menunggu, masih tak ada perubahan dan janin pun sudah mula menunjukkan tanda-tanda berbahaya jadi para dokter pun memutuskan untuk melahirkan secara caesar atau pembedahan.

Saat operasi, darah hitam keluar sejak pemotongan pertama! Itu menandakan oksigen dalam darah korban sudah semakin berkurang! Alhamdulillah bayi dapat dikeluarkan. Semuanya kembali tenang. Tiba-tiba keadaan korban makin memburuk, saturasi oksigen makin berkurang dan akhirnya korban dinyatakan meninggal 20 menit setelah operasi selesai dilakukan.

Saat dilakukan otopsi ternyata korban mengalami emboli udara. Emboli udara inilah yang mengganggu peredaran darah di tubuh korban. Emboli ditemukan di ruang jantung sebelah kanan korban. Kasus ini betul-betul membuat saya tersentak seketika. Bila memandang wajah istri saya jadi sedih.

Baca: Genangan Air di Jl. Pattimura Bikin Beberapa Motor Mogok

Baca: Harga Kios Terlalu Mahal, Pedagang Enggan Membeli

Sekarang saya mengerti. Saya sangat mengerti, mengapa seorang wanita sangat mudah untuk masuk surga. Cukup baginya menjalankan kewajiban agama dan taat pada suaminya. Dulu saya sering mempersulit dan rasanya berlaku tak adil. Sekarang saya sudah sadar. Kesanggupan mereka berhadapan dengan risiko kematian dalam tugasnya menyambung mata rantai keturunan lah yang menyebabkan martabat seorang perempuan diangkat tinggi oleh Tuhan!

Note: Saya Taufiq Razif bukan suami yang terbaikm tapi saya berusaha jadi suami yang terbaik untuk isteri saya. Apa pun, saya respect kepada semua yang bergelar ibu. Anda sesungguhnya memang golongan yang hebat!

Sumber: Siakap Kel.My

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved