UAS Tak Masuk 200 Penceramah Rekomendasi Kemenag, Hidayat Nur Wahid dan Fadli Zon Beberkan Hal Ini

Hidayat Nur Wahid mengkritik Kemenag soal surat rekomendasi 200 penceramah dengan membeberkan fakta sebaliknya.

UAS Tak Masuk 200 Penceramah Rekomendasi Kemenag, Hidayat Nur Wahid dan Fadli Zon Beberkan Hal Ini
kolase/TribunWow

TRIBUNJAMBI.COM - Kementerian Agama telah mengeluarkan daftar rekomendasi terhadap 200 penceramah.

Usai keluarnya rekomendasi tersebut, pro dan kontra terjadi.

Beberapa diantaranya menyayangkan tidak masuknya nama Abdul Somad ke dalam daftar 200 ulama rekomendasi dari Kemenag.

Wakil Ketua MPR RI, Hidayat Nur Wahid hingga Fadli Zon berkomentar terkait rekomendasi tersebut.

Hidayat Nur Wahid mengkritik Kemenag soal surat rekomendasi 200 penceramah dengan membeberkan fakta sebaliknya.

DIlansir TribunWow.com, melalui akun Twitter @hnurwahid yang ia unggah pada Jumat (18/5/2018).

Sebelumnya, Kementerian Agama (Kemenag) RI telah merilis daftar 200 nama mubalig atau penceramah sebagai upaya memudahkan masyarakat dalam memilih penceramah yang dibutuhkan.

Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan gedung baru di Asrama Haji Bekasi, Rabu (7/2/2018) TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin saat meresmikan gedung baru di Asrama Haji Bekasi, Rabu (7/2/2018) TRIBUNJAKARTA.COM/YUSUF BACHTIAR ()

Baca: Kumpulan Doa Harian Lengkap Selama Bulan Ramadhan, Dari Hari ke-1 hingga ke-30 Bacalah!

Baca: Jadwal Imsakiyah dan Buka Puasa Ramadhan 1439 H Untuk Seluruh Indonesia Bisa Dilihat di Sini

“Selama ini, Kementerian Agama sering dimintai rekomendasi muballigh oleh masyarakat. Belakangan, permintaan itu semakin meningkat, sehingga kami merasa perlu untuk merilis daftar nama muballigh,” ujar Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, Jumat (18/05/2018).

Dalam siaran pers di laman kemenag.go.id, pemilihan 200 mubalig itu tidak sembarang, yaitu yang hanya memenuhi tiga kriteria.

Kriteria pertama adalah mubalig yang mempunyai keilmuan agama mumpuni.

Halaman
1234
Editor: bandot
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved