Berkah Ramadan Bagi Maryam, Omzet Penjualan Naik 100 Persen

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - BULAN suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi penjual berbagai macam

Berkah Ramadan Bagi Maryam,  Omzet Penjualan Naik 100 Persen
Tribun Jambi/Rohmayana
Pasar beduk di Kota Jambi. 

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - BULAN suci Ramadan membawa berkah tersendiri bagi penjual berbagai macam kudapan dadakan di Pasar Sengeti, Kecamatan Sekernan, Kabupaten Muarojambi. Ramadan memang tidak bisa dilepaskan dari pengananan khas yang hanya dijumpai saat bulan puasa.

Berbagai minuman dan makan untuk berbuka puasa ini menjadi buruan masyarakat. Kudapan dimaksud seperti cincau hitam, kolang kaling, buah blewah dan cendol hijau serta kurma.

Satu di antara penjual makanan perlengkapan berbuka di Pasar Sengeti, Kabupaten Muarojambi menyebutkan bahwa bulan suci Ramadan menjadi berkah tersendiri baginya. Bahkan menurutnya omzet yang didapat naik mencapai 100 persen.

"Alhamdulillah bulan puasa omzet penjualan naik. Biasanya habis lima atau tujuh piring cincau hitam, sekarang bisa sampai 20 atau 30 piring. Kolang kaling biasanya satu atau lima kg sekarang bisa habis 10 kg dalam sehari," ujarnya kepada Tribun, kemarin.

Lebih lanjut Ia mengatakan biasanya pembeli yang datang tidak hanya untuk dibuat minuman berbuka, namun juga dijual kembali. Pembeli yang datang kebanyakan mencari cincau hitam.

"Cincau hitam sepiring Rp 16 ribu, cendol sebungkus ada yang Rp 2 ribu ada juga Rp 5 ribu. Kolang kaling sekilo Rp 14-18 ribu tergantung ukuran," jelasnya.

Sementara itu, pedagang rumahan juga mendapatkan berkah dengan tibanya bulan suci Ramadan ini adalah warga Suka Maju, Kecamatan Mestong, Maryam. Kata dia sehari bisa menghabiskan 50 potong cincau hitam.

"Sehari kadang bisa sampai 50 potong cincau hitam. Kita jual potongan, satu potong panjang itu harganya Rp 2 ribu. Kolang kaling juga kadang habis dua sampai tiga kilogram. Hari-hari biasa idak jual, kecuali orang mesan," ujarnya.

"Alhamdulillah lah, kalo sudah bulan puasa rezeki makin nambah dengan jualan keperluan untuk berbuka puasa. Bisa untuk persiapan lebaran," ujarnya terkekeh.

Ramadan tidak hanya dinikmati oleh Maryam, tapi masih banyak penjual kudapan berbuka mendapat nikmat dari sang tamu yang bernama Ramadan. Penganan ringan lainnya pun bermunculan seperti kue tradisional semisal pedamaran. Tak ketinggalan ada juga sop buah. Pendek kata beragam makanan bermunculan pada Ramadan.

Dan Ramadan tidak hanya milik kaum muslim yang berpuasa. Tapi kaum non muslimpun ikut meramaikan Ramadan. Mereka pun ikut membeli kudapan yang dijual. Ramadan seperti menyatukan mereka untuk saling berbagi.

"Saya senang kalau tiba saatnya Ramadan. Bisa membeli aneka kue. Rasanya enak gitu," ucap satu di antara pengunjung pasar Sengeti yang mengaku setiap Ramadan tiba berbelanja kue dan makan di sana. (samsul bahri)

Editor: ridwan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved