Femallenial

Kisah Unik Alumni Unja yang Kuliah S2 di Australia; Berpuasa Hanya 10 Jam

Umat muslim seluruh dunia baru saja memasuki bulan Ramadan. Kewajiban umat muslim di bulan penuh rahmat ini adalah berpuasa.

Kisah Unik Alumni Unja yang Kuliah S2 di Australia; Berpuasa Hanya 10 Jam
Istimewa
Raissa Mataniari, M.Ed 

Laporan Wartawan TribunJambi.com Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Umat muslim seluruh dunia baru saja memasuki bulan Ramadan. Kewajiban umat muslim di bulan penuh rahmat ini adalah berpuasa. Jika di Indonesia berpuasa selama lebih dari 12 jam, ternyata ada di negara lain yang waktu puasanya hanya 10 jam saja.

Berikut adalah cerita pemudi asal Jambi yang pernah merasakan puasa di Adelaide, Australia pada 2017 lalu. Raissa Mataniari adalah alumnus Unja yang berkesempatan melanjutkan kuliah S2 di The University of Adelaide.

Baca: Jalan Terusan Tembus Ness-CitraRaya City Diresmikan, Bisa Dilalui saat Mudik Lebaran

Ia menceritakan pengalamannya selama berpuasa disana merupakan waktu puasa yang singkat karena kebetulan pada saat itu sedang musim dingin.

“Azan subuh itu jam 6 jadi jam 5 masih bisa masak buat sahur. Dan buka puasanya jam 4 sore. Karena kalau winter matahari lama terbit dan cepat terbenam. Jadi waktu puasa sangat pendek,” ungkapnya.

Waktu puasa yang singkat inilah yang membuat ia dan beberapa orang Indonesia lainnya merasa berbeda karena waktu beduk magrib yang sangat cepat.

Beberapa kejadian lucu pun pernah ia alami saat sedang berpuasa di sana. Saat itu ia sedang fokus mengerjakan disertasi hingga sahur. Setelah salat subuh ia tertidur dan baru bangun pada jam 2 siang. Tentu saja saat jam 2 siang ia langsung bersiap untuk membeli makan karena beduk magrib tiba jam 4.

Mengenai berpuasa di negeri yang minoritas muslim ternyata tidak membuat banyak kesulitan. Ia mengatakan di Adelaide ada banyak pendatang sehingga sangat menghargai perbedaan.

Baca: Komoditi asal Jambi yang Dapat Tingkatkan Kejantanan Pria Ini Tembus Pasaran Korea

Baca: DRAMATIS - Perampokan di Kasang, Kakak Selamatkan 2 Adik ke Luar. Lalu Kunci Ruko dari Luar

Ia pernah saat di kelas dan dosen sedang menerangkan, pada saat itu waktu berbuka puasa telah tiba. Ia dan beberapa rekannya secara diam-diam langsung mengoper makanan.

“Kami berusaha tidak terlalu memperlihatkan bahwa kami berpuasa. Mereka menghormati kita, kita juga harus menghormati mereka,” ucapnya.

Pernah juga saat sedang berpuasa ada dosennya yang mengadakan perpisahan dan membawa makanan. Saat itu ia dan teman-teman muslim yang lain menjelaskan tidak bisa ikut makan karena sedang berpuasa, dan mereka mengerti akan hal itu.

Penulis: Nurlailis
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved