Femallenial

Cara Tepis Isu Sara saat di Luar Negeri, Simak Penuturan Alumni Unja yang Pernah Kuliah di Australia

Australia merupakan negara yang memiliki banyak pendatang. Ada banyak perbedaan yang bisa ditemukan disana namun orang-orang

Cara Tepis Isu Sara saat di Luar Negeri, Simak Penuturan Alumni Unja yang Pernah Kuliah di Australia
Istimewa
Raissa Mataniari, M.Ed 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Nurlailis

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Australia merupakan negara yang memiliki banyak pendatang. Ada banyak perbedaan yang bisa ditemukan disana namun orang-orang disana termasuk bisa menghargai perbedaan.

Menurut Raissa Mataniari, alumni Unja yang melanjutkan pendidikan di Australia, biasanya diluar negeri itu juga diberi orang tua angkat, sangat mungkin kita mendapatkan orang tua angkat yang non muslim.

“Itu sebenarnya baik-baik saja. Ketika puasa dan lebaran mereka bisa ikut serta dan mereka sangat menghargai. Yang terpenting kan tidak merasa sendiri,” ungkap alumnus the university of Adelaide ini.

Baca: TANYA USTAZ: Bagaimana Puasa Orang yang Menggunakan Obat dan Suntikan?

Mengenai makananpun di sana tersedia banyak restoran Asia bahkan ada pelajar Indonesia yang membuka jasa katering untuk makanan Indonesia.

Mengenai kejadian yang tidak mengenakkan ia mengatakan pernah diteriaki oleh orang-orang yang kemungkinan dalam keadaan mabuk. Ia mengatakan kalaupun mengalami hal itu tidak perlu cemas karena pada dasarnya Australia itu menghargai perbedaan.

“Di kampus itu ada internasional student office, disitu bisa minta bantuan atau mengadukan hal apapun yang menyangkut isu sara. Selain itu akan ada banyak orang yang mendukung,” tuturnya.

Baca: Tips Berpuasa Mahasiswa asal Jambi di Luar Negeri: Berkumpul dengan Organisasi yang Bisa Menyatukan

Baca: Kisah Unik Alumni Unja yang Kuliah S2 di Australia; Berpuasa Hanya 10 Jam

Penulis: Nurlailis
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved