Minggu, 31 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Warga Berbondong-bondong Menolak Jenazah Terduga Terorisme, Begini Kondisi Makam Mereka

Selain ditolak keluarga, jenazah terduga teroris juga ditolak warga waga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya.

Tayang:
Editor: Andreas Eko Prasetyo
Instagram
Selain ditolak keluarga, jenazah terduga teroris juga ditolak warga waga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya 

TRIBUNJAMBI.COM, SURABAYA - Apa yang ditabur maka itu pula yang akan diterima, tampaknya sekilas akan pribasa tadi cock diterima oleh terduga teroris, pelaku pemboman di 3 gereja di Surabaya.

Nasib jenazah para terduga teroris yang melakukan bom bunuh diri di Surabaya dan Sidoarjo makin tak jelas. 

Selain ditolak keluarga, jenazah terduga teroris juga ditolak warga waga Kelurahan Putat Jaya, Kecamatan Sawahan, Surabaya. 

Sedianya, ada tujuh jenazah yang akan dimakamkan di pemakaman umum Putat Gede, Kelurahan Putat Jaya. 

//

Baca: Menilik Pria Homo yang Disebut Dewi Perssik dari Mantan Suaminya, Warganet Menduga Orang ini

Tujuh liang lahan pun sudah disiapkan untuk memakamkan mereka.

Namun, Kamis (17/5/2018) petang, warga berbondong-bondong ke pemakaman itu untuk menutup tujuh liang lahat itu dengan tanah. 

Ketua RW 9, Kelurahan Putat Jaya, Nanang Sugiharto kepada Kompas TV mengatakan, warga menolak jenazah terduga teroris itu dimakamkan di wilayahnya.

Baca: Suami Walikota Surabaya, Tri Rismaharini Jarang Terekspose! Ternyata Miliki Cerita Cinta yang Manis

//

Baca: Teror Bom Hingga Gunung Meletus Sebabkan 14 Negara Keluarkan Travel Advice ke Indonesia

Apalagi salah satu korban tewas dalam insiden di tiga gereka, adalah warga Sawahan yakni Daniel Putra Kusuma. 

"Walaupun ini makam umum, tapi berada di wilayah Putat Jaya. Apalagi pelaku juga tidak diterima di wilayahnya, apalagi kami," kata Nanang.

Baca: Polda Jambi Masih Siaga Satu, Status Dicabut Bila Kondisi Sudah Seperti Ini

Akibat penolakan ini, rencana penyerahan jenazah ke pihak keluarga yang sedianya dilaksanakan Kamis (17/5/2018), akhirnya tertunda hari ini (18/5/2018).

Namun, hingga berita ini diunggah 13 jenazah pelaku bom bunuh diri di Surabaya-Sidoarjo masih tersimpan di ruang jenazah.

Belum ada tanda-tanda mau dikeluarkan dan diserahkan guna dimakamkan.

Baca: Demi Tuntutan Membayar Hutang, Shinta Bachir Buka Aurat Setelah Dicerai dan Tak Dinafkahi Suami

Beberapa mobil jenazah dan ambulance Pemkot Surabaya juga masih menunggu halaman ruang jenazah.

"Belum tahu ini jadwal pasti jenazah dikeluarkan untuk dimakamkan," sebut Kompol Sutrisno yang berada di depan ruang jenazah RS Bhayangkara, Jumat (18/5/2018).

Wali Kota Tunggu Fatwa MUI

Kabar penolakan pemakaman jenazah terduga teroris ini ternyata sudah sampai ke telinga Tri Rismaharini, Wali Kota Surabaya.

"Memang saya mendengar sejak siang warga menutup pemakaman untuk jenazah tersangka teroris, mereka bahkan menyiapkan spanduk - spanduk untuk menolak," kata Risma sudah tahu, usai acara Pengarahan Wali Kota Surabaya kepada Guru Agama se Surabaya, di Convention Hall, Jumat (18/5/2018).

Namun Wali Kota Risma mengaku kesulitan dan tidak bisa berbuat apa-apa atas penolakan tersebut.

Baca: Dituntut Hukuman Mati Oleh JPU, Ketua Teroris JAD Aman Abdurrahman Keluarkan Secarik Kertas

"Sekitar waktu mau Maghrib pak Kapolres telepon saya minta 'bu ini gimana?' saya sampaikan 'pak saya nggak berani karena itu gesekannya besar'. Kalau gesekannya sama masyarakat itu kan berat saya," kata Risma mengungkapkan alasannya.

Peti jenazah yang ditempatkan di sisi kanan ruang jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, Kamis (18/5/2018).
Peti jenazah yang ditempatkan di sisi kanan ruang jenazah RS Bhayangkara Polda Jatim, Kamis (18/5/2018). (surya/fatkhul alamy)

Sebagai solusi, Risma mengaku sudah membuat surat ke MUI. Dia menunggu fatwah MUI seperti apa menanggapi jenazah pelaku bom di Surabaya.

"Saya sudah membuat surat ke MUI fatwanya gimana. Kalau MUI ada fatwanya, saya bisa menjelaskan kepada masyarakat. Kalau gak ada fatwah saya nggak berani, karena gimana mau di makamkan di sana ternyata ada korban pengeboman, saya nunggu fatwah MUI," tegasnya.

Baca: Teror Bom Hingga Gunung Meletus Sebabkan 14 Negara Keluarkan Travel Advice ke Indonesia

Wali Kota Perempuan Pertama di Surabaya ini mengatakan alasan warga kuat tidak mengizinkan pemakaman bom bunuh diri, karena tindakan pelaku bom tidak manusiawi. (Surya.co.oid/Fatkul Alamy)

Artikel ini telah tayang di bangkapos.com dengan judul Warga Surabaya Ramai-ramai Tutup Liang Lahat yang Sudah Disiapkan Untuk Jenazah Teroris, http://bangka.tribunnews.com/2018/05/18/warga-surabaya-ramai-ramai-tutup-liang-lahat-yang-sudah-disiapkan-untuk-jenazah-teroris.

Sumber: Bangka Pos
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved