Campus Zone

Tahu Olahraga Petanque yang Dilafalkan 'Petank' ? Ini Perjalanannya di Jambi

Olahraga petanque sendiri berasal dari Perancis. Di Perancis, olahraga ini sudah ada sejak 1907-an. Hampir sebagian masyarakat ...

Tahu Olahraga Petanque yang Dilafalkan 'Petank' ? Ini Perjalanannya di Jambi
Tribun Jambi/Darwin Sijabat
Indonesia, termasuk Jambi, saat ini memiliki cabang olahraga (cabor) yang belum banyak dikenal masyarakat. Cabor itu bernama petanque atau dapat dilafalkan "petank". 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Indonesia, termasuk Jambi, saat ini memiliki cabang olahraga (cabor) yang belum banyak dikenal masyarakat. Cabor itu bernama petanque atau dapat dilafalkan "petank".

Olahraga pentaque merupakan cabor yang berasal dari negara Perancis yang mendunia hingga masuk ke Indonesia.

Dalam petanque, terdapat single tim, double tim, triple tim, dan mix tim, dan jenis permainan ini adalah batle tim.

Olahraga petanque sendiri berasal dari Perancis. Di Perancis, olahraga ini sudah ada sejak 1907-an. Hampir sebagian masyarakat Perancis memainkan olahraga tersebut.

Baca: Suzuki All New Ertiga Launching Hari Ini, Keren, Lihat Nih!

Baca: 13 Orang Luka, 2 Tewas Termasuk Pelaku, Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela

Baca: Jangan Lupa! Ada Lomba Perahu Ketek Hias di Jembatan Gentala Arasy Hari Ini Pukul 13.00

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) Universitas Jambi (Unja), Rasyono, mengatakan olahraga ini masuk Indonesia pada 2010, tepat setahun sebelum SEA Games Jakarta dan Palembang sebagai tuan rumah pada 2011.

Cabor pentaque ini satu diantara cabor resmi yang selalu di pertandingan di SEA Games, Asian Bitch Game, ASEAN University Game.

Karena Indosesia sebagai tuan rumah, dengan begitu harus mengadakan pertandingan tersebut. Saat itu palembang sebagai rumah mempunyai lapangan bertarap Internasional eks venue sea games.

Cabor ini dirasa menarik, bisa dimainkan oleh siapa saja dan tidak membutuhkan persyaratan fisik yang spesifik (bagus) sehingga cepat berkembang di Indonesia.

"Dengan cepat berkembang itu, kami (Dekan FIK Sukendro) mendapat mandat untuk mengembangkan kepengurusan di Provinsi Jambi di tahun 2015. 2015 akhir (Desember) kita dilantik oleh pengurus pusat untuk mengembangkan Pentaque di Jambi," tuturnya.

Setelah 2015, pengurus melakukan road show ke 11 kabupaten kota di Provinsi Jambi. hasilnya, Unja yaitu FIK sebagai pusat pengembangannya cabor tersebut. Peserta yang mengikuti banyak berasal dari dari daerah dan dari mereka diajak untuk mengenalkan ke daerah masing-masing.

"Yang jelas 11 kabupaten/kota secara kepengurusan sudah ada, dan sudah berkembang," ujarnya.

Baca: Gereja Santa Maria Tak Bercela, Pastor yang Sakit Sampai Bom Meledak di Halaman

Penulis: Darwin
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved