Petani Ini Ditangkap saat Bawa Emas 1 Kg, Usut Punya Usut Asal Emas Ternyata Dari

"Rencana mau saya jual disini (Bangko) karena harga di Bangko lebih mahal dari di Solok," katanya.

Petani Ini Ditangkap saat Bawa Emas 1 Kg, Usut Punya Usut Asal Emas Ternyata Dari
Tribun Jambi/Heru Pitra
Drianus (40), warga Darmasraya, bersama rekannya Donika (32), warga Kabupaten Solok, diamankan Satreskrim Polres Merangin. Keduanya dibekuk saat menawarkan 1 Kg emas di sebuah toko emas di Pasar Baru Bangko, Kelurahan Pematang Kandis Kabupaten Merangin, Jumat (11/5) . 

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Herupitra

TRIBUNJAMBI.COM, BANGKO - Drianus (40), warga Darmasraya, bersama rekannya Donika (32), warga Kabupaten Solok, diamankan Satreskrim Polres Merangin. Keduanya dibekuk saat menawarkan 1 Kg emas di sebuah toko emas di Pasar Baru Bangko, Kelurahan Pematang Kandis Kabupaten Merangin, Jumat (11/5) .

Ditemui di Mapolres Merangin, Drianus mengatakan emas 1 Kg yang dibawanya rencananya akan ia jual.

Emas tersebut ia dapatkan dengan cara membeli kepada para penambang emas ilegal yang ada di Kabupaten Solok seharga lebih kurang Rp 500 juta.

Drianus (40), warga Darmasraya, bersama rekannya Donika (32), warga Kabupaten Solok, diamankan Satreskrim Polres Merangin. Keduanya dibekuk saat menawarkan 1 Kg emas di sebuah toko emas di Pasar Baru Bangko, Kelurahan Pematang Kandis Kabupaten Merangin, Jumat (11/5) .
Drianus (40), warga Darmasraya, bersama rekannya Donika (32), warga Kabupaten Solok, diamankan Satreskrim Polres Merangin. Keduanya dibekuk saat menawarkan 1 Kg emas di sebuah toko emas di Pasar Baru Bangko, Kelurahan Pematang Kandis Kabupaten Merangin, Jumat (11/5) . (Tribun Jambi/Heru Pitra)

"Rencana mau saya jual disini (Bangko) karena harga di Bangko lebih mahal dari di Solok," katanya seraya mengaku pekerjaan seharinya adalah seorang petani.

Namun sebutnya, saat sedang mencari para pembeli, Ia terlebih dahulu dibekuk oleh polisi. Sebab emas yang akan dijualnya tersebut merupakan hasil penambangan emas ilegal.

"Kami ditangkap saat menawarkan emas tersebut di salah satu toko emas," ungkapnya.

Katanya, menjual emas yang didapat dari para penambang emas ilegal itu, baru dua bulan terakhir ini dilakukan. Dan menjual ke Kabupaten Merangin baru pertama kali dilakukannya.

Baca: FOTO: Tradisi Menyambut Ramadan, Puluhan Warga Tahtul Yaman Bersihkan Makam

Baca: Fitur Pembungkam Grup, WhatsApp Segera Rilis Restrict Group, Ini Administrasinya

Baca: Saya tidak bohong, satu cewek itu bawa anak kecil dua anak remaja Tardiyanto Saksi Bom Surabaya

"Baru sekali ini saya coba jual di sini (Bangko, red). Untungnya tidak begitu besar," ujarnya.

Kapolres Merangin, AKBP I Kade Utama Wijaya menjelaskan, penangkapan berawal dari informasi bahwa ada dua orang yang dicurigai melakukan pengangkutan mineral berupa emas. Diduga emas tersebut merupakan hasil Peti.

Setelah dilakukan pengecekan dan pengejaran, tim mendapati Adrianus dan Donika membawa emas seberat satu kilogram. Keduanya kemudian diamankan oleh Satreskrim Polres Merangin tanpa perlawanan.

“Keduanya sudah kita amankan karena telah melanggar pasal 161 undang-undang Republik Indonesia nomor 04 tahun 2009 dan terancam hukuman maksimal 10 tahun penjara serta denda sebanyak 10 milyar,” ujarnya, di hadapan tribunjambi.com, Sabtu (12/5).

Baca: Cerita Saksi Mata Bom Surabaya Avanza Nyelonong Masuk ke Halaman Gereja Sebelum Ledakan Terjadi

Baca: Beredar Rekaman CCTV Bom Surabaya, Boncengan Sepeda Motor, Masuk Pekarangan Gereja Lalu Meledak

Baca: UPDATE Korban Bom Surabaya Bertambah Jadi 10 Orang Tewas 41 Luka, Peristiwa Maut

Penulis: heru
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved