Breaking News:

Campus Zone

Ketahuilah Hal Penting Tentang Cabor Petanque, Simak Baik-baik

Boka tersebut dilaemparkan kemudian pemain A melemparkan bosi kearah sasaran.

Penulis: Darwin Sijabat | Editor: Edmundus Duanto AS

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Darwin Sijabat

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Cabang olahraga (cabor) petanque terbilang unik. Olahraga ini berasal dari Perancis.

Dalam petanque, terdapat single tim, double tim, triple tim, dan mix tim, dan jenis permainan ini adalah batle tim.

Di Perancis, olahraga ini sudah ada sejak 1907-an. Hampir sebagian masyarakat Perancis memainkan olahraga tersebut.

Wakil Dekan III Fakultas Ilmu keolahragaan (FIK) Universitas Jambi, Rasyono, mengatakan permainan petanque adalah olahraga yang full acuration and concretation. Karena bagaimana mendekatkan alat kita (bosi ; red) ke sasaran dan harus dilawan.

Baca: 13 Orang Luka, 2 Tewas Termasuk Pelaku, Bom Bunuh Diri di Gereja Santa Maria Tak Bercela

Baca: Jangan Lupa! Ada Lomba Perahu Ketek Hias di Jembatan Gentala Arasy Hari Ini Pukul 13.00

Baca: Adakan Baca Puisi Bersama, Komunitas Ini Berharap Peminat Bisa Semakin Ramai

Hal tersebut yang menjadi satu diantara kesulitan dalam permainan cabor ini. bagaimana mengalahkan diri sendiri dan benar-benar fokus dan konsentrasi.

Bentuk permainan olahraga petanque yaitu dengan menggunakan bola besi (bosi) sebagai alatnya dan bola kecil (bola kayu/boka) yang menjadi target.

Boka tersebut dilaemparkan kemudian pemain A melemparkan bosi kearah sasaran.

Kemudian, pemain mengalahkan lawannya yang paling dekat dengan target. Saling berlawanan dan satu orang memengang tiga bosi dan setelah selesai dihitung berapa jumlah yang masuk poin.
Kemenangan ditentukan ketika satu diantara tim memperoleh angka 13.

Di FIK karena Rasyono dan pengurus lain merupakan basically dari dosen fakultas ilmu olahraga sehingga cara untuk mengembangkan Pentaque ini melalui mahasisswa.

"Saya sampaikan kepada mahasiswa ini ada cabor baru. Pprospeknya di PON, POMNAS sudah dipertandingkan," tuturnya, Minggu (13/3).

Setelah itu, Rasyono melakukan open recruitment, dan mahasiswa dan banyak yang datang. Kemudian dilakukan pelatihan.

Agar dapat mengerti, bisa memainkan bola agar bisa dikatakan atlet membutuhkan keseriusan dan keinginan karena olahraga ini sangat menjenuhkan. olahraga yang menggunakan akurasi dan konsentrasi adalah olahraga yang sangat menjenuhkan.

Menurut Rasyono, kalau orangnya serius dan punya keinginan menjadi atlet dengan latihan enam bulan secara rutin pasti bisa. Tetapi kalau untuk bisa bermain, lima menit belajar saja bisa langsung bermain.

"Untuk menjadi atlet kita butuh minimal enam bulan sampai satu tahun," jelasnya.

Baca: Gereja Santa Maria Tak Bercela, Pastor yang Sakit Sampai Bom Meledak di Halaman

Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved