Ramadan Mubaraq

Pemkot Larang Tempat Hiburan Beroperasional Selama Puasa

Menyambut bulan suci Ramadan tahun 1439 Hijriah, Pemkot Jambi kembali mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pemilik

Pemkot Larang Tempat Hiburan Beroperasional Selama Puasa
TRIBUN JAMBI/ROHMAYANA

Laporan wartawan Tribunjambi.com Rohmayana

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Menyambut bulan suci Ramadan tahun 1439 Hijriah, Pemkot Jambi kembali mengeluarkan surat edaran yang ditujukan kepada pemilik tempat hiburan umum, masyarakat dalam Kota Jambi dan pemilik pusat perbelanjaan.

Dalam surat edarannya, Pemkot Jambi mengimbau kepada pemilik tempat hiburan umum seperti, bar, diskotik, karaoke dan panti pijat untuk menutup usahanya selama bulan Ramadan terhitung dari tiga hari sebelum puasa dan dibuka kembali setelah tiga hari setelah hari raya idul fitri.

Baca: Teater Kuju FIB Unja Tampilkan Pertunjukan Arwah si Jontu, Angkat Tentang Perbedaan

Selain itu, dalam edarannya Pemkot mengimbau kepada masyarakat Kota Jambi untuk tidak makan, tidak minum dan tidak merokok di tempat-tempat umum pada siang hari. Khusus untuk warung makan atau restoran agar memasang tirai guna menutupi sebagian tempat usahanya.

Tidak hanya itu saja, Pemkot Jambi juga mengimbau kepada pemilik pusat-pusat perbelanjaan seperti mal, supermarket dan minimarket untuk tidak melarang karyawan/wati muslim dan muslimahnya untuk menggunakan pakaian sesuai dengan keyakinan agamanya.

Adapun tujuan dari surat edaran tersebut ialah untuk memelihara ketertiban, keamanan, kerukunan antarumat beragama serta meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Kota Jambi khususnya.

Dalam surat edaran tersebut ditandatangani langsung oleh plt walikota Jambi M Fauzi.

Sebelumnya Sekda kota Jambi Budidaya mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan surat edaran terkait penutupan tempat hiburan saat bulan Ramadan. "Ini kan sudah jadi tradisi kita, sehingga masyarakat jambi yang mayoritas beragama Islam harus fokus dalam menjalankan ibadah saat bulan Ramadan," kata Budidaya.

Baca: VIDEO: Sambut Ramadan, Gen PPJ Ajak Delete Dosa, Approve Maaf dan Hunting Pahala

Baca: WASPADA - Hadist Palsu Tentang Ramadan Beredar, Hati-hati Jangan Ikut Memviralkan

Disampaikan oleh Budidaya, Sekda Kota Jambi bahwa penutupan tempat hiburan harus dilakukan pada H-3 masuknya bulan Ramadan hingga H+3 Idul Fitri. Peraturan tersebut harus diikuti oleh seluruh pengusaha tempat hiburan yang ada di Kota Jambi. Yang termasuk kategori tempat hiburan diantaranya tempat karaoke, panti pijat, diskotik, dan sejenisnya.

“Peraturan ini tidak berbeda dengan peraturan sebelumnya bahwa setiap tahunnya selama bulan Ramadan, Pemerintah Kota Jambi meminta tempat hiburan tidak beroperasi selama Ramadan. Jika masih beroperasi, maka akan ada sanksi untuk tempat hiburan tersebut,” ujarnya.

Penulis: Rohmayana
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved