Rampas Senjata, Sandera Polisi, Kuasai Blok 40 Jam, Teroris di Rutan Mako Brimob 'Luluh' dengan Ini

Lima anggota Densus 88 Antiteror Polri gugur saat menanggulangi 156 napi teroris yang membuat rusuh setelah diprovokasi napi

Rampas Senjata, Sandera Polisi, Kuasai Blok 40 Jam, Teroris di Rutan Mako Brimob 'Luluh' dengan Ini
Kompas/ Mako Brimob 

TRIBUNJAMBI.COM, DEPOK - Pembebasan Bripka Iwan Sarjana sebagai sandera dari tangan napi teroris di Rutan Salemba Cabang Mako Brimob sempat melalui negosiasi cukup alot.

Lima anggota Densus 88 Antiteror Polri gugur saat menanggulangi 156 napi teroris yang membuat rusuh setelah diprovokasi napi teroris Wawan Kurniawan pada Selasa (8/5/2018).

Dalam kerusuhan itu, satu napi teroris turut tewas.

Baca: Menguak 5 Fakta Kerusuhan Napi Teroris di Mako Brimob, dari Urusan Makanan Sampai Sempat Rakit Bom!

Sejak napi teroris menguasai blok A, B dan C, atau selama 40 jam, menurut Wakapolri Komjen Syafruddin, mereka sempat bermanuver merampas senjata dan bahan peledak lalu membuat banyak bom ranjau.

Pada akhirnya, Bripka Iwan dapat dibebaskan napi teroris pukul 24.00 WIB Rabu (9/5/2018).

Kepala Divisi Humas Polri Irjen Setyo Wasisto mengatakan negosiasi berhasil berkat kesepakatan dengan napi teroris yang membutuhkan makanan.

"Negosiasi mereka minta makanan maka kita bujuk mereka mau membebaskan terlebih dahulu," ujar Irjen Pol Setyo Wasisto, Kamis (10/5/2018) dini hari.

"Sandera polisi yang kita bebaskan terlebih dahulu,"tambahnya.

Suasana Rumah Tahanan Salemba Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018), setelah berhasil dikuasai kembali oleh Polri. Sebanyak 155 tahanan terorisme akhirnya menyerah tanpa syarat ke pihak aparat kepolisian setelah kerusuhan
Suasana Rumah Tahanan Salemba Cabang Mako Brimob, Kelapa Dua, Jakarta, Kamis (10/5/2018), setelah berhasil dikuasai kembali oleh Polri. Sebanyak 155 tahanan terorisme akhirnya menyerah tanpa syarat ke pihak aparat kepolisian setelah kerusuhan (ist)

Bripka Iwan Sarjana disandra pada hari Selasa (8/5/2018) dirutan Mako Brimob Kelapa Dua Depok akibat kerusuhan yang disebabkan masalah makanan dari pihak keluarga yang ditolak.

Pada Kamis pagi, 155 napi teroris menyerah tanpa syarat dan akhirnya Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly dan Dirjen PAS ke Lapas Nusakambangan.

Artikel ini telah tayang di Tribunjakarta.com dengan judul Napi Teroris Berhasil Dibujuk dengan Makanan Sebelum Bebaskan Sandera, 

Editor: suci
Sumber: Tribun Jakarta
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved