Anggota Dewan Nilai LKPJ Bupati Sarolangun Tahun 2017 Tidak Fokus

Penyampaian nota pengantar laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Sarolangun, Cek Endra

Anggota Dewan Nilai LKPJ Bupati Sarolangun Tahun 2017 Tidak Fokus
TRIBUN JAMBI/HERUPITRA
Paripurna sarolangun 

Laporan Wartawan Tribun Jambi Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Penyampaian nota pengantar laporan keterangan pertanggung jawaban (LKPJ) Bupati Sarolangun, Cek Endra untuk tahun anggaran 2017 dianggap tidak fokus.

Di penghujung pembacaan laporan LKPJ oleh Bupati, Fadlan Arafiqi, anggota DPRD Sarolangun dari Fraksi PKB M langsung memberikan intruksi dan mengoreksinya.

Menurutnya LKPJ yang disampaikan Bupati di paripurna Selasa (8/5) itu tidak fokus. Padahal sesuai dengan agenda dan nota pengantar LKPJ yang dibacakan khusus LKPJ tahun 2017. Namun isi dalam LKPJ tersebut justru lebih mirip LKPJ lima tahunan.

Pasalnya, apa yang disampaikan Cek Endra tidak hanya isi LKPJ tahun 2017 saja, tapi LKPJ tahun 2012 juga dimasukan ke dalam LKPJ tahun 2017 yang dibacakan oleh Bupati dalam sidang paripurna tersebut.

"Harusnya LKPJ tahunan ini harus fokus untuk tahun 2017. Ini yang disampaikan seperti LKPJ lima tahunan," kata M Fadlan.

Ia mengatakan harusnya indikator yang dimuat di dalam LKPJ tahunan ini adalah masalah kinerja satu tahun yang capaian indikator yang harus disampaikan mulai dari 1 Januari 2017 hingga 31 Desmeber 2017 bukanya dihitung mulai tahun 2012 lalu.

“Kok dihitung dari 2012 ini menurut kita malah rancu. Masa LKPJ tahun 2017 ngomongnya tahun 2012 inikan lucu,” tambahnya lagi.

Menurut anggota Fraksi PKB tersebut, dirinya hanya mengoreksi agar LKPJ itu yang disampaikan Bupati benar dan fokus sesuai dengan agenda dan judul dari nota pengantar LKPJ tahun 2017. Sebab dalam hal ini pihak legislatif ingin mengetahui belanja daerah dan kinerja eksekutif mulai 1 Januari 2017 sampai 31 Desember 2017.

“Kita cuman mengoreksi, dan kita ingin tahu belanja daerah dan kinerja eksekutif dari Januari tahun 2017 sampai 31 Desember 2017. Judulnya saja LKPJ tahun 2017 bukan LKPJ tahun 2012, 2015 dan seterusnya. Ini kan agak kurang sesuai dengan judulnya,” tegasnya seraya meminta agar LKPJ ini direvisi ulang.

Koreksi ini juga mendapat tanggapan Bupati Sarolangun. Cek Endra mengatakan apa yang disampaikan oleh M Fadlan tersebut nantinya untuk dipertanyakan di saat pembahasan bersama dewan.

Untuk diketahui, isi dari LKPJ Bupati Sarolangun tahun anggaran 2017 yang dikoreksi M. Fadlan yaitu program Bupati tahun 2012 berupa percepatan pembangunan desa (P2DK) sebesar Rp 200 juta satu desa/kelurahan dan kemudaan jumlah total anggaran yang digunakan dari tahun 2012 sampai tahun 2017 sebesar Rp 134,1 miliar.

Kemudian jalan rebat beton yang telah dibangun dari tahun 2012 sampai tahun 2017 sepanjang 461,73 km. Pengadaan ternak sapi dari 2012 sampai tahun 2016 sebanyak 873 ekor. Pengadaan ternak kerbau dari tahun 2012 sampai tahun 2017 sebanyak 196 ekor. Pembangunan drainase dari tahun 2015 sampai 2017 sepanjang 49,96 Km dan juga pengadaan bibit sawit dari tahun 2015 sampai tahun 2017 sebanyak 89,266 batang.

“Ini yang membuat LKPJ yang dibacakan oleh bupati harus bertanggung jawab. Ini memalukan bupati kita, masa LKPJ tahunan, harusnya fokus ke tahun 2017,” kata anggota dewan yang lain usai acara paripurna.

Penulis: Teguh Suprayitno
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved