Diberi Pertanyaan Menohok Oleh Monadi, Ini Jawaban Adirozal

Monadi mempertanyakan infrasturktur yang disebut Adirozal sudah mantap, tetapi bagamana kondisi

Diberi Pertanyaan Menohok Oleh Monadi, Ini Jawaban Adirozal
tribunjambi/hendri dede putra
Debat publik atau debat terbuka pasangan calon pemilihan bupati dan wakil bupati kerinci 2018 berlangsung Sabtu malam (5/5/2018) di GOR Kemenangan Sakti Alam Kerinci. 

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Debat Publik Paslon Bupati-Wakil Bupati Kerinci pada Pilkada Kerinci 2018 berlangsung seru.

Saat kandidat diberikan kesempatan oleh moderator saling bertanya dan beradu argumen. Bahkan setiap kandidat bupati bersitegang saat bertanya maupun menjawab.

Pada kesempatan pertama moderator Caca Anisa memberikan kesempatan kepada kandidat nomor satu bertanya ke Paslon nomor dua.

Monadi mempertanyakan infrasturktur yang disebut Adirozal sudah mantap, tetapi bagamana kondisi dengan Renah pemetik.

"Menapa masyarakat belum bisa lewat, dan jalan Lempur. Dan bagaimaan masyarakat petani dari Selampaung ke Masgo. Selain itu sejauh mana janji 6 R dan Waterboom," tanya Cabup Monadi.

Kemudian Cabup Adirozal menjawab jalan Renah Pemetik bermasalah oleh bupati sebelumnya, sehingga diaudit BPK dulu baru bisa dibangun kembali. Kemudian jalan petani di Masgo tahun ini dianggarkan.

Setelah itu Monadi menanggapi dengan mengatakan bahwa tidak perlu menyalahkan pemerintah sebelumnya.

"Dikatakan pada pemerintahan sebelumnya, tapi bertolak belakang, tapi hari ini Pemkab menganggarkan, kenapa tidak besar dianggarkan. Kalau saya saja jadi saya tidak menyalahkan Adirozal," ucapnya.

Kemudian kandidat nomor dua bertanya ke kandidat nomor satu.

Cabup Adirozal menyatakan tidak melihat visi misi di Paslon nomor satu soal pemekaran Kerinci.

Dan menanyakan startegi nomor satu, bagaimana pemuda kita menghadapi MEA.

Adirozal menanggapi, kenapa belum dimekarkan karena moratorium.

Apabila moratorium dibuka, Kerinci sudah bisa tercapai pemekaran.

Hingga Cabup Monadi mengatakan memang tidak ada dalam visi-Misi, namun pemekaran kerinci nanti tetap akan berjalan dan dilanjutkannya aturan.

"Saat ini saja sudah tiga tahun tak ada pemekaran kerinci. Memang benar moratorium benar, tapi harus ada upaya melengkapi. saya tanya ibukota kabupaten Kerinci Hilir dimana titik koordinat. Harusnya ada dulu, apa kabupaten Danau Kerinci," katanya. (*)

Penulis: hendri dede
Editor: bandot
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved