VIDEO

VIDEO: Proses Pemadaman Saat Karhutla Oleh PT WKS

"Jika ditemukan tanda-tanda api atau titik panas, petugas di situation room akan memberikan instruksi melalui radio..."

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Wahyu Herliyanto

TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tahun ini, PT WKS memantau api atau titik panas menggunakan perangkat sistem komputer. Itu dilakukan secara terus-menerus di ruang pantau (situation room).

Kepala Regu Pemadaman Kebakaran, FOM Fire PT Wira Karya Sakti (WKS) Distrik Jambi, Eldi Ramadanis, mengatakan sistem itu terkoneksi dengan perangkat BMKG dan satelit pendeteksi api lainnya.

"Jika ditemukan tanda-tanda api atau titik panas, petugas di situation room akan memberikan instruksi melalui radio kepada petugas untuk melacak secara langsung ke titik lokasi," katanya kepada tribunjambi.com di ruang (situasion room) PT WKS Sungai Tapah Kabupaten Tanjung Jabung Barat, Kamis (3/5).

Dia mengatakan di Jambi ada dua helikopter jenis mil 8 buatan Rusia standby untuk keperluan water bombing. Tenaga operasional langsung profesional yang ahli dalam pemadaman kebakaran dari perusahaan Hevilift.

Baca: Kejati Jambi Kena Gugat Praperadilan, Ini Tanggapan Kejaksaan

Sementara itu, tim pemadam tersertifikasi Manggala Agni mengendalikan wilayah darat atau manual.

Dijelaskan kembali oleh Komandan Regu TRC, Erwin, ada dua tim nantinya dalam TRC yang bergerak melakukan pemadaman. Tim pertama melakukan pemadaman secara manual menggunakan peralatan seperti pompa air

"Saat pemadaman itu helikopter akan membantu menyiramkan air dari udara secara berkala. Helikopter akan menyiramkan air sebanyak 5 ton atau sekitar 5.000 liter air ke titik api sekali angkut. Air dari helikopter ini mampu memadamkan 50 persen api. Sisanya akan dipadamkan oleh personil di darat,” kata Erwin.

Sementara tim kedua juga bergerak cepat membuat sekat bakar yang berguna memutuskan jalur api.

Katanya, pembuatan sekat bakar ini dilakukan apabila arah angin berubah dan api kian membesar. Perlindungan pertama yang dilakukan tentu untuk pemukiman atau perumahan warga.

Ini adalah standar operasi yang diterapkan apabila terjadi kebakaran.

"Selain operasional pemadaman, APP Sinarmas juga melakukan upaya preventif dengan mengajak serta masyarakat sekitar untuk “menolak api” melalui program Desa Makmur Peduli Api (DMPA)," katanya.

Baca: Sadis! Tubuh Indri Patah di Banyak Bagian, Ahli Forensik Beberkan Fakta Pembunuhan di Sidang

Penulis: Wahyu Herliyanto
Editor: duanto
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved