Merasa Kecewa Pilot Garuda Indonesia Ancam Mogok Kerja

Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) Captain Bintang Hardiono menjelaskan awal mula

Merasa Kecewa Pilot Garuda Indonesia Ancam Mogok Kerja
Andri Donnal Putera
Tampak bagian dari pesawat terbaru Garuda Indonesia, Airbus A330-300, yang diresmikan di Hangar 4 GMF-Aeroasia, Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Senin (1/2/2016). 

TRIBUNJAMBI.COM- Presiden Asosiasi Pilot Garuda Indonesia (APG) Captain Bintang Hardiono menjelaskan awal mula kekecewaan para pilot dan karyawan pada umumnya yang memuncak pada ancaman mogok kerja para pilot pada pekan ini.

Pada April 2017, rapat umum pemegang saham (RUPS) memutuskan untuk menghapus posisi direktur operasi dan direktur teknik di internal perusahaan.

"Tidak ada direktur operasi dan direktur teknik itu berarti tidak ada penanggung jawab dalam audit Airport Operating Certificate (AOC). AOC itu istilahnya surat trayeklah kalau punya mikrolet," kata Bintang saat dihubungi Kompas.com pada Kamis (3/5/2018) malam.

Baca: Atlético Madrid vs Arsenal Diego Costa Jadi Bintang Kemenangan Tuan Rumah

Baca: Inilah Harga Cabai Merah di Pasar Talang Banjar Hari Ini

Baca: Beasiswa LPDP 2018 - Ini Jadwal Pendaftaran, Jangan Sampai Terlewat Ya!

AOC Garuda Indonesia kala itu harus diperpanjang pada Juni 2017 dengan terlebih dahulu menyelesaikan proses audit oleh auditor.

Namun, di tengah jalan, auditor berhenti karena tidak ada direktur operasi dan direktur teknik sebagai penanggung jawab atas hasil audit tersebut.

Karyawan dan pilot memprotes hal itu, yang kemudian ditindaklanjuti oleh perusahaan dengan pengangkatan direktur operasi dan direktur teknik yang dilakukan oleh Direktur Utama Pahala Nugraha Mansury.

Pengangkatan dua posisi direktur itu tidak dilakukan melalui mekanisme RUPS.

Halaman
1234
Editor: rida
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved