Didampingi Anggota DPRD, 80 Warga SAD di Kecamatan Bathin VIII Antusias Bikin KK dan KTP

Sebanyak 80 orang dari 39 kepala keluarga warga suku anak dalam (SAD) dari Desa Pulau Melako dan Pelakar, Kecamatan Bathin VIII,

Penulis: Teguh Suprayitno | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/TEGUH SUPRAYITNO

Laporan Wartawan Tribun Jambi, Teguh Suprayitno

TRIBUNJAMBI.COM, SAROLANGUN - Sebanyak 80 orang dari 39 kepala keluarga warga suku anak dalam (SAD) dari Desa Pulau Melako dan Pelakar, Kecamatan Bathin VIII, Kabupaten Sarolangun, Senin (30/4) kemarin mendatangi Dinas Dukcapil Kabupaten Sarolangun. Mereka ingin merekam data kependudukan dan kartu keluarga.

Puluhan warga SAD tersebut didampingi Supratman, anggota dewan dari komisi II partai PDI Perjuangan dan Kepala Desa Pulau Lintang, Kecamatan Bathin VIII, Darwis.

Baca: Bungo Masih Kekurangan Guru, di Limbur Ada Sekolah Hanya 1 Guru Merangkap Kepala Sekolah

Supratman mengatakan, warga SAD mulai menyadari pentingnya KTP dan KK. Karena dengan keduanya, warga SAD bisa mendapatkan layanan kesehatan dari program BPJS.

“Sekarang ini warga SAD sudah antusias sekali ingin melakukan perekaman, artinya kedepan mereka bakal mempunyai hak sama seperti warga Indonesia lainnya. Dan kita akan selalu mendorong kegiatan seperti ini,” katanya.

Tak jauh beda, Darwis juga menginginkan agar semua warga SAD yang ada diwilayahnya kini agar mengurus KTP dan KK. Sebab dengan begitu, kemanapun mereka pergi akan diakui sebagai warga negara Indonesia.

Terpisah Kepala Dinas Dukcapil, Helmi mengatakan untuk tahun ini, jumlah SAD di Sarolangun tercatat sekitar 2.000 jiwa. Namun yang sudah melakukan perekaman e-KTP tercatat baru 500 orang. Ia menyebutkan, pihaknya akan terus berupaya melakukan perekaman data penduduk kepada warga SAD dengan cara jemput bola khususnya di Kecamatan Air Hitam, Limun, dan Bathin VIII

"Warga SAD yang terdata itu sekitar 2.000 orang, sedangkan yang sudah melakukan perekaman e-KTP lebih kurang 500 orang, dan kami minta kepada camat untuk jemput bola terhadap SAD,” kata Helmi.

Baca: Dari 127 Kepala Sekolah yang Dilantik, Hanya 27 yang Layak. Ini Penjelasan Kadinas Diknas

Baca: Buntut Pelantikan 124 Kepala Sekolah di Bungo, Untuk Tanda Tangan Ijazah Murid Tak Lagi Berani

Kepala Dukcapil Sarolangun ini juga menjelaskan, sesuai instruksi dari Pemerintah Pusat menargetkan tahun 2018 untuk segera menuntaskan perekaman karena tahun 2019 akan dilaksanakan pesta demokrasi. Untuk itu dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Sarolangun terutama yang mempunyai kelayanan seperti Kades, Sekdes, Lurah dan Camat untuk bisa memungsikan alat yang masih bisa digunakan merekam, karena terkadang masyarakat sering terkendala jarak yang jauh untuk melakukan perekaman ke Kabupaten.

“Tahun 2018 itu Pemerintah Pusat menargetkan perekaman semua tuntas, karena kita akan menghadapi pemilu, pileg, dan pilpres di tahun 2019, jadi kalau alat itu bisa difungsikan setiap Kecamatan tidak payah lagi melakukan perekaman di Dukcapil,” katanya.

Baca: Fasha Kunjungi Perajin Batik, Mereka Keluhkan Malam yang Dingin

Baca: Sebanyak 7000-an Murid SD di Muarojambi akan Ikuti UNKP

Baca: Pemkab Batanghari Kirim 144 Atlet Pada Ajang Popda

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved