Lelang Pengadaan Barang dan Jasa di Sungai Penuh Sepi Peminat

Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Dinas PU Kota Sungaipenuh telah dan sedang menggelar lelang proyek fisik dan jasa

Lelang Pengadaan Barang dan Jasa di Sungai Penuh Sepi Peminat
net
Ilustrasi lelang melalui LPSE 

TRIBUNJAMBI.COM, SUNGAIPENUH - Unit Layanan Pengadaan Barang dan Jasa Dinas PU Kota Sungaipenuh telah dan sedang menggelar lelang proyek fisik dan jasa konsultan tahun 2018. Data yang dilihat dari LPSE Kota Sungaipenuh terhadap proyek yang sedang dan telah digelar pelelangan ternyata masih sepi peminat. Sehingga selisih harga yang ditawarkan perusahaan pemenang lelang tidak begitu jauh dengan harga yang ditawarkan oleh Dinas Pekerjaan Umum.

Baca: Mobil Pick Up Beserta Sopir Masuk Sungai di Sungai Penuh, Ini Kata Kapolsek

Berikut rekapitulasi perusahaan yang telah ditetapkan sebagai pemenang lelang di ULP Kota Sungai Penuh. Penambahan pembangunan tribun Stadion Pancasila dengan HPS Rp 6,18 M dengan peserta tunggal Air Panas Semurup. PT Air Panas Semurup ditetapkan sebagai pemenang lelang dengan penawaran Rp. 6,118 M.

Selain itu Pembangunan Gedung Rawat Inap (Tahap I) Rumah Sakit Khusus Kota Sungai Penuh (+Jalan Masuk) dengan HPS Rp. 8,5 M dengan peserta tunggal PT Manjadda Wajada Utama. PT Manjadda Wajadda Utama ditetapkan sebagai pemenang dengan penawaran Rp. 8,473 M.

Pembangunan Jembatan Koto Tuo dengan HPS Rp. 3,8 M juga dimenangkan oleh PT. Djaja Dinamika Mandiri yang merupakan perusahaan dengan penawaran tertinggi. Djaja Dinamika Mandiri dengan penawaran Rp 3.762.270.000,00 dan PT. Fatma Nusa Mulia dengan penawaran Rp. 3.482.914.000.

Mantan Pejabat Wali Kota Sungai Penuh, Hasvia Hasyimi kepada wartawan menanggapi sepinya peminat perusahaan untuk mengikuti tender proyek di Dinas Pekerjaan Umum Kota Sungai Penuh, disebabkan adanya kesan dari perusahaan terhadap pantia lelang yang tidak transparan.

Baca: DPRD Tanjabtim Minta Bupati Evaluasi Kinerja BUMD

Baca: 880 Pelanggan City Gas Merasa Dirugikan, Lapor ke Ombudsman

“Penyebabnya mungkin saja kesan perusahaan terhadap panitia pengadaan tidak menganut azas transparansi. Padahal hak LPSE sebenarnya sudah menganut prinsip transparansi. Proyek di Kota Sungai penuh bisa dilihat dari luar Kota Sungai Penuh sendiri. Artinya, seluruh Indonesia bisa mengakses LPSE,” terangnya.

Selain itu, dirinya mengungkapkan penawaran tertinggi yang dimenangkan dalam lelang proyek bisa saja terjadi, namun, haruslah mengacu para peraturan perundang-undangan.

“Boleh–boleh saja penawaran tertinggi yang menang asal penetapannya sudah sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku, seperti PERPRES No. 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa,” katanya.

Sementara pegawai LPSE sampai berita ini diturunkan enggan menanggapi lebih jauh hal tersebut.

Baca: Festival Seni Budaya Islam Ditutup, Ini Para Pemenangnya

Baca: Ini Waktu yang Tepat Mengonsumsi Pisang, Agar Manfaatnya Tercapai

Baca: 28 Pria Asing Terjaring pada Pesta Ganti Pasangan dengan Wanita Lokal

Penulis: hendri dede
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved