Sabtu, 30 Mei 2026
Kota Jambi Bahagia
Kota Jambi Bahagia

Lebih Lama dari Indonesia, di Negara Ini Puasa Ramadhan Akan Dijalani Hingga 21 Jam

Daratan Eropa kini sudah memasuki musim panas. Khusus di Eropa Utara seperti Swedia siang hari akan lebih

Tayang:
Editor: rida
net
Ilustrasi puasa 

TRIBUNJAMBI.COM- Daratan Eropa kini sudah memasuki musim panas. Khusus di Eropa Utara seperti Swedia siang hari akan lebih panjang ketimbang malam hari.

Matahari baru terbenam sekitar pukul 20.00 bahkan di bulan-bulan tertentu hari mulai gelap pada pukul 22.00.

Fajar pun sudah mulai menyingsing pada pukul 04.00.

Menjelang Ramadan hal tersebut menjadi tantangan untuk pemeluk agama Islam khususnya di Swedia.

Mereka akan berpuasa sekitar 21 jam atau lebih lama 8 jam dibanding di Indonesia.

"Ramadan tahun ini kami berpuasa 21 jam," kata salah seorang muslim asal AS, James, Sabtu(29/4/2018).

Baca: Tampil Seksi Berjumpsuit Saat Manggung Lucinta Luna Tuai Cibiran Netizen Ternyata Harga Bajunya Cuma

Baca: Lagi, Kurir Sabu-sabu Ditangkap, Angkut Pakai Bus Antarprovinsi

Baca: Intip Kekompakan 5 Pasangan Selebritis yang Beda Agama Ini, Nomor 3 Bikin Banyak Cewek Iri!

Kendati lama menunggu buka puasa kata James hal itu sudah biasa.

Di masjid Hotorget, Apelsbergsgatan, Stockholm ketika Ramadan tiba banyak jemaah datang untuk beribadah dan membaca kitab suci Alquran serta salat tarawih juga witir.

"Kami juga sering diskusi di masjid," ujar dia.

Ketika bulan puasa tiba kata James masjid dipenuhi orang berkulit hitam, wajar saja pemeluk agama Islam kebanyakan adalah imigran dari Afrika.

"Mereka datang dari Gambia, Ethiopia, Bangladesh karena disini(Swedia) memang ramah terhadap imigran," ujar James.

James adalah pria berkulit putih asal Texas, Amerika Serikat. Sebelum tinggal di Swedia ia lama berada di Finlandia.

Di dalam lingkungan keluarganya hanya James yang memeluk agama Islam. James menjadi seorang muslim karena ketika berada di AS kerap bertemu orang berkulit hitam.

"Di AS ketika anda muslim pasti akan dicap sebagai orang berkulit hitam atau imigran ilegal, atau dicap sebagai pelaku teror, ini sangat tidak adil buat saya, terlalu berlebihan menilai seperti itu. Menjadi seorang muslim ternyata penuh kedamaian, kita bisa membantu sesama," kata James.

Penulis: Willy Widianto

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Muslim di Swedia Jalani Puasa Ramadan Selama 21 Jam, http://www.tribunnews.com/internasional/2018/04/29/muslim-di-swedia-jalani-puasa-ramadan-selama-21-jam.

Editor: Hasanudin Aco

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved