Breaking News:

Ibadah Haji

Terjadi Kenaikan Sekitar Rp 17 Juta-an untuk Biaya TPHD

Terjadi kenaikan dalam biaya untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang ditetapkan dan ditunjuk oleh Bupati. Kenaikan ini

Penulis: Samsul Bahri | Editor: Fifi Suryani
TRIBUNJAMBI/ZULKIFLI
Jemaah haji Jambi. 

Laporan Wartawan Tribunjambi.com, Samsul Bahri

TRIBUNJAMBI.COM, SENGETI - Terjadi kenaikan dalam biaya untuk Tim Pemandu Haji Daerah (TPHD) yang ditetapkan dan ditunjuk oleh Bupati. Kenaikan ini terjadi sekitar Rp 20 juta. Hal ini disampaikan Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Muarojambi, melalu Kasi Ibadah Haji dan Umrah, Hanapi.

Ia menjelaskan bahwa pada tahun lalu Biaya THPD hanya sebesar Rp 43 Juta rupiah sedangkan tahun ini sebesar Rp 60.163.295 juta rupiah.

Baca: Banyak Pejabat OPD Tak Hadir Rapat Paripurna, Ini Jawaban Sekda Tanjabtim

"Hal ini berdasarkan Kepres no 7 tahun 2018 tentang Biaya Penyelenggara Ibadah Haji (BPIH). Untuk kita embarkasi Batam besarannya Rp 60.163.295 juta rupiah. Kabupaten Muarojambi berangkatkan satu orang TPHD," jelasnya Jumat (27/4).

Selain itu Ia menambahkan untuk biaya haji reguler tahun ini juga alami kenaikan yakni sebesar Rp 300 ribu. Pada tahun lalu biaya haji sebesar Rp 32.125.160 juta rupiah.

"saat ini Calon Jamaah Haji (CJH) membayar biaya haji sebesar Rp 32.456.450 juta rupiah. Ada kenaikan sekitar Rp 300 ribu," tuturnya.

Lebih lanjut Ia menambahkan, jumlah CJH yang berangkat dari wilayah Kab. Muarojambi ada tujuh kecamatan, yang paling banyak adalah Kecamatan Sungai Bahar.

"Kecamatan Sekernan ada 47 orang, Maro Sebo 2 orang, Jaluko 17 orang dan Kumpeh Ulu 2 orang. Sedangkan Sungai Bahar ada 95 orang, Mestong 2 orang dan Sungai Gelam 5 orang," Ia memaparkan.

Berdasarkan data yang dikatakanya, maka keseluruhannya adalah 170 orang dari kuota reguler yang akan diberangkatkan. Namun Ia mengatakan bahwa ada dua orang yang lakukan mutasi keluar daerah.

Baca: Selama Dua Minggu Sampah Numpuk di Jalan Provinsi

Baca: Anggota Dewan Kecewa Pejabat Pemkab Tanjabtim Banyak Absen saat Rapat Paripurna

"Ada dua yang lakukan mutasi, satu ke daerah Jawa karena sudah pindah alamat. Sedangkan yang satu lagi mutasi ke Kerinci. Itu mereka harus lakukan pelunasan dulu. Jadi kuota reguler kita ada 168 orang," pungkasnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved