Kasus Asusila

Dua Pelajar Perempuan Bersama 7 Pria Terjaring Razia, Ngakunya Lagi Bikin Tugas

Dua pelajar perempuan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Publik (IPTA), bersama tujuh lelaki dibawa ke Pengadilan Kuala Terengganu

Dua Pelajar Perempuan Bersama 7 Pria Terjaring Razia, Ngakunya Lagi Bikin Tugas
warta kota
Ilustrasi 

TRIBUNJAMBI.COM, KUALA TERENGGANU - Dua pelajar perempuan dari Lembaga Pendidikan Tinggi Publik (IPTA), bersama tujuh lelaki dibawa ke Pengadilan Kuala Terengganu Syariah atas tuduhan telah berbuat asusila.

Kedua pelajar perempuan berusia 21 dan 22 tahun tersebut bersama tujuh rekan lelaki berusia antara 19 hingga 23 tahun itu mengaku salah atas tuduhan melanggar pasal 31 (b) Pelanggaran Tindak Pidana Syariah (Takzir) (Terengganu) 2001 karena berbuat asusila.

Baca: Anak Muda Harus Terlibat Agar Merasa Memiliki

Sebelum itu, mereka didakwa melakukan tindakan mesum di dalam sebuah rumah di Kampung Padang Nenas, kira-kira jam 2.15 petang, 16 November 2017.

Menyusul pengakuan bersalah itu, Hakim Syarie mengenakan dua hukuman berbeda yaitu denda RM2,500 atau Rp 8,8 juta kepada pelajar perempuan berusia 21 tahun. Sedangkan pelajar perempuan berusia 22 tahun bersama tujuh lelaki yang lain dikenakan denda RM1,500 setara Rp 5,3 juta.

Mereka semua ditahan selama tiga minggu sekiranya tidak bisa membayarkan denda.

Berdasarkan fakta kasus, saat petugas melakukan sidak, didapati pintu utama rumah tertutup rapat serta terkunci dari dalam.

Pintu dibuka seorang lelaki setelah diketuk dan diberi salam beberapa kali. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut di dalam rumah ditemukan dua lagi lelaki berada di kamar tamu satu, dan di kamar tamu kedua terdapat tiga lagi lelaki.

Pemeriksaan seterusnya di dalam bilik pertama ditemukan seorang lelaki yang hanya memakai celana panjang bersama seorang perempuan (21 tahun) yang sedang berada di atas tempat tidur.

Baca: Workshop Sahabat Museum Usung Tema Budayaku Milikku

Baca: Per-23 April Bulog Jambi Gelar Program Ketersediaan Pasokan dan Stabilitas Harga Beras Medium

Pemeriksaan ke atas bilik kedua menemukan seorang perempuan (22 tahun) sendirian.

Hasil interogasi, kedua pelajar perempuan itu memberi alasan datang ke rumah yang disewa rekan lelaki itu untuk membuat tugas saja.

Dakwaan disampaikan oleh Jajsa Syarie Nurul Hajja Mustafa.

Sumber: Sinarharian.My

Penulis: fifi
Editor: fifi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved