Gara-gara Rebutan Pulau, Kanada dan Denmark terlibat "Perang Whiski"

Sengketa wilayah biasanya merupakan salah satu pemicu konflik bersenjata antarnegara.

Gara-gara Rebutan Pulau, Kanada dan Denmark terlibat
Tribun Jambi/Nurlailis
ilustrasi Pulau Penyu di Kecamatan Sadu, Kabupaten Tanjab Timur. 

TRIBUNJAMBI.COM - Sengketa wilayah biasanya merupakan salah satu pemicu konflik bersenjata antarnegara.

Namun, bagi Kanada dan Denmark, perebutan wilayah tak harus menjadi pertikaian bersenjata yang memakan korban jiwa.

Sejak 1984, Kanada dan Denmark terlibat "perang" memperebutkan sebuah pulau kecil nan tandus bernama Hans yang terletak di lingkar Kutub Utara.

Namun, sengketa wilayah ini bisa dikatakan sebagai "perang paling sopan" yang pernah terjadi di dunia.

Pulau Hans adalah sebuah pulau kecil tak berpenghuni seluas 1,3 kilometer persegi yang terletak di Selat Nares yang memisahkan Pulau Ellsmere, Kanada, dan Greenland, wilayah seberang lautan Denmark.

Sebenarnya, kekisruhan soal kepemilikan pulau antara Kanada dan Denmark sudah tejadi sejak 1930-an.

Sebab, sesual dengan aturan internasional, semua negara di dunia berhak mengklaim wilayah yang berada di jarak maksimal 12 mil atau sekitar 19 kilometer dari pesisir mereka.

Nah, karena lebar Selat Nares hanya 22 mil atau 35 kilometer maka membuat Pulau Hans terletak kurang lebih di tengah-tengah selat.

Akibatnya, baik Kanada maupun Denmark merasa berhak untuk memiliki pulau tersebut.

Pada 1933, mahkamah internasional di bawah Liga Bangsa-bangsa memutuskan pulau kecil itu menjadi milik Denmark.

Halaman
123
Editor: rida
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved