Breaking News:

Warga Semalaman Tak Tidur - Hingga Sore Ini 87 Rumah, 1 Puskesmas, dan 1 Mesjid Terendam

Hingga Minggu sore (22/4) banjir masih terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kerinci. Data yang disampaikan Kepala Badan

Penulis: hendri dede | Editor: Fifi Suryani
TRIBUN JAMBI/HENDRI DEDE PUTRA

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Hingga Minggu sore (22/4) banjir masih terjadi di beberapa kecamatan yang ada di Kabupaten Kerinci. Data yang disampaikan Kepala Badan Penanggulangan Bencana daerah (BPBD) Kabupaten Kerinci, Darifus untuk rumah warga yang terendam lebih kurang 87. Selebihnya 1 puskesmas, dan 1 masjid. Ini terjadi di Sungai Abu, Kecamatan Air Hangat Timur. Meskipun berangsur surut namun warga masih kewalahan karena lamban surutnya.

Sedangkan untuk longsor baru dapat informasi lokasi jalan Hiang menuju Pungut.

Baca: Bakti Sosial ke Permukiman SAD - Tiap Rumah Digalikan Satu Lubang

"Kita BPBD berupaya sejak malam Minggu sampai jam 3 dini hari membantu pembuangan air dari rumah masyarakat menggunakan mesin sedot," ujarnya.

Darifus mengatakan pihaknya mengajak masyarakat karena saat ini musim hujan tentu diharapkan selalu waspada dan jangan membuang sampah sembarangan yang dapat mengakibatkan banjir. Terutama kawasan rawan di beberapa kecamatan.

"Rawan banjir kecamatan Depati Tujuh, Kecamatan Air Hangat Timur, kecamatan Gunung Kerinci dan Siulak. Rawan longsor ada di Kecamatan Batang Merangin dan beberapa titik lainnya. Kita minta warga tetap waspada," ungkapnya.

Sementara menurut warga Sungai Abu, Iwin mengatakan semalam warga desanya tak tidur karena rumah terendam banjir. Hingga air masuk rumah setinggi lutut orang dewasa. Bahkan semua barang-barang basah dan banyak yang rusak terkena air.

"Rumah kami yang parah banjirnya. Dakdo tidur semalam karena terendam sibuk selamatkan barang-barang," ujarnya.

Dia mengatakan sampai Minggu pagi mulai surut, namun sebagian rumah warga masih terendam. Sejauh ini kata dia, warga memilih tetap tinggal di rumahnya. Belum ada yang sampai mendirikan tenda. "Tetap di rumah bagi yang rumah tinggi. Yang rumah rendah nunggu air yang mulai surut," imbuhnya.

Baca: Warga Kayu Aro Gotong-royong Perbaiki Jalan Nasional

Baca: BREAKING NEWS: Atek, Warga Dusun Babeko yang Tenggelam Ditemukan

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved